Rekening Bank La Nyalla dan Keluarga Juga Diblokir Jaksa

JAKARTA – kalosaranews.com,  – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menerbitkan kembali surat perintah penyidikan (sprindik) kasus dugaan korupsi pembelian saham perdana Bank Jatim dengan hibah Kadin Jatim. Mereka menetapkan lagi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka meskipun hakim praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menyatakan sprindik sebelumnya tidak sah.

Sprindik baru yang dikeluarkan Kejati Jatim itu bernomor Print-397/O.5/Fd.1/04/2016 dan surat penetapan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka bernomor Kep-31/O.5/Fd.1/04/2016. Dua surat itu ditandatangani Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung, pada hari Selasa, 12 April 2016, beberapa jam setelah pengadilan menyatakan penetapan tersangka sebelumnya tidak sah.

La Nyalla langsung bereaksi dengan diterbitkannya sprindik baru itu. Sumarso, salah satu tim kuasa hukum La Nyalla, kecewa dan heran dengan sikap Kejaksaan yang tidak mematuhi putusan pengadilan yang memerintahkan agar menghentikan kasus berpotensi merugikan negara miliaran rupiah itu.

“Sudah jelas hakim praperadilan memerintahkan agar Kejaksaan menghentikan kasus hibah Kadin Jatim,” katanya kepada VIVA.co.id, melalui sambungan telepon, Kamis, 14 April 2016.

Sumarso memahami bahwa penerbitan sprindik dan penetapan tersangka baru untuk La Nyalla merupakan hak kejaksaan. Namun, lanjut dia, kejaksaan juga wajib mematuhi putusan pengadilan. Jika tidak, maka tidak ada kepastian hukum.

“Okelah Kejaksaan berdalih klien kami ditetapkan sebagai tersangka pengembangan dari kasus hibah Kadin sebelumnya. Pak La Nyalla dianggap turut serta (melakukan korupsi). Tapi kenapa tidak dulu saat Dia diperiksa dan diadili? Kalau sekarang klien kami turut serta berbuat dengan siapa?” ujar Sumarso.

Sumarso menegaskan, ia dan tim kuasa hukum La Nyalla lain memutuskan untuk mengajukan praperadilan lagi ke PN Surabaya atas sprindik dan penetapan tersangka baru itu.

BACA JUGA :   Tempat Karaoke Dibibir Bendung Ameroro Dibawa Arus

“Kami terpaksa tetap akan mengambil langkah hukum, yakni mempraperadilankan Kejati Jatim lagi. Akan kami ajukan praperadilan setelah mendapatkan surat resmi penetapan tersangka dari Kejati,” ujarnya.

Sumarso meyakini hakim akan mengabulkan lagi praperadilan yang diajukan kliennya. Sebab, alat bukti dan materi kasus yang diusut pihak Kejaksaan pasti sama dengan sebelum-sebelumnya.

“Terus sampai kapan seperti ini,” ucapnya.

Selain langkah hukum, Sumarso juga akan mencari cara guna mendapatkan hak kliennya melalui jalan politik. Yakni dengan menyurati Kejaksaan Agung (Kejagung) agar menyelesaikan polemik hukum kasus La Nyalla akibat dari kebijakan yang dilakukan oleh institusi di bawah Kejagung, yakni Kejati Jatim.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co