Ragam  

Eksotisme Air Terjun Larowiu

–Sebuah Potensi Wisata di Pegunungan Meluhu

Oleh : Dedy Finafiskar

Air terjun Larowiu masih “perawan”.Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe dan masyarakat di sekitarnya belum mengeksploitasi kawasan tersebut menjadi objek wisata. Suasananya begitu alami tanpa sentuhan tangan manusia pada tekstur alamnya. Hanya beberapa orang pecinta alam yang sempat menelusuri lokasi tersebut. Sangat eksotis. Airnya terasa dingin sedingin es.

Meskipun terik mentari menghadang, namun dingin air di Sungai Larowiu masih sangat terasa. Sungguh fantastik dan begitu memukau.Salah satu pesona yang memberikan kesegaran jika berada di wisata tersebut. Larowiu dan airnya yang segar itu membawa kebersihan diri dan kesejukan bagi siapa saja yang merasakannya. Pemandangan alamnya yang begitu spektakuler.

Deras aliran air terus menerus meluncur tanpa henti, membentuk kolam air yang tenang dan berlanjut mengaliri sungai hingga mengairi persawahan penduduk. Kolam inilah yang menawarkan kesegaran khas Air terjun Larowiu itu. Orang-orang dapat bermain air dan mandi di sana dengan asyiknya.

Untuk mencapai air terjun ini harus butuh tenaga ekstra, karena medan yang menanjak dan jalan yang sempit serta licin. Wajar saja, sebab Air Terjun Larowiu memang masih alami.

Pengunjung harus berjalan kaki melewati bebatuan, tangga manual, hingga menyusuri sungai di dalam hutan untuk mencapainya. Namun, Anda tak perlu khawatir. Rasa lelah setelah berjalan kaki sejauh sekitar 1 kilometer akan terobati setelah sampai di bawah air terjun.

Ya, selain indah, air terjun setinggi sekitar 40 meter ini memang benar-benar masih perawan dan sangat alami, karena belum terlalu banyak tangan manusia yang menjamah dan mengotorinya. Air terjun tersebut berlokasi di Desa larowiu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe.

Meskipun lokasinya terbilang jauh, air terjun ini selalu dikujungi pada setiap akhir pekan oleh sekelompok penantang alam. Anda bisa mencoba trekking disini.

Pendakian akan terasa sulit karena medannya yang menajak dan berkelok-kelok. Namun, udara sejuk khas pengununangan akan membuat kegiatan trekking Anda semakin menyenangkan. Jika anda telah sampai di air terjun tingkat pertama maka pemandangan hijau menyejukkan mata pun akan disuguhkan kepada Anda.

Kurang lengkap jika hanya sampai ditingkat pertama yang tingginya hanya sekitar 10 meter saja, karena “surga” air terjun Larowiu berada di tingkat kedua. Semua pengunjung selalu menuju tingkat kedua yang mempunyai ketingginan sekitar 40 meter, ditambah lagi berdekatan dengan tingkat ketiga yang tingginya sekitar 8 meter.

Tapi tak mudah mencapai tempat tersebut. Pengunjung harus melalui tangga manual yang terbuat dari kayu, hingga harus berpegangan diantara tebing. Jika pengunjung yang takut ketinggian, akan gemetaran melewati tempat tersebut. Tapi semua tegangan akan hilang seketika, jika sampai di tingkat dua.

Bukan hanya disuguhkan kejernihan air terjun disertai dengan suara gemericik yang menderu, namun juga tersedia kolam alami persis di bawah air terjun denganluas 10×10 meter dengan kedalaman 1 hingga 3 meter.

Air terjun ini juga merupakan hulu dari Sungai yang merupakan tanda pembatas alam antara Kabupaten Konawe dengan Kabupaten Konawe Utara. Kawasan air terjun ini memang masih sangat asri, tidak banyak wisatawan lokal yang tahu mengenai tempat ini. Yang akan Anda jumpai bukan lagi gerombolan-2 turis, atau pedagang asongan atau berbagai keriuhan lainnya, tapi ketenangan yang masih sangat alami.

Tempat ini menjadi alternatif untuk menjauh dari riuhnya wilayah perkotaan, menghilangkan kebosanan dari kesibukan sehari-hari. Ismail Haris, warga Desa Analahumbuti Kecamatan Wawotobi mengatakan, saat libur tahun baru, libur hari raya keagamaan, dan hari libur lainnya, lokasi air terjun Larowiu selalu dikerumuni warga yang hendak berwisata menikmati panorama alam disana. Tidak hanya warga di Kecamatan Meluhu saja yang menjadi langganan air terjun ini. Namun, warga di kecamatan lainnya turut menikmati.

“Biasa memang kita datang ke sini kalau libur. Daripada ke pantai terlalu banyak orang,” ujar ayah satu anak itu. Karena alamnya yang masih perawan sehingga dijadikan sebagai tempat favorit bagi kelompok pegiat alam di daerah setempat. Tracknya cukup menantang, mulai dari tanjakan dan turunan terjal pendek, jalan setapak diantara bebatuan. Bahkan dari pinggir jalan kita bisa menikmati beningnya air sungai yang mengalir.Jika kamu datang kesini, jangan lupa bawa air minun dan cemilan secukupnya.

Sungguh nikmat merasakan desiran angin gunung saat kita bisa duduk di bebatuan sambil menikmati hijaunya daun dan pepohonan yang rimbun ditemani beberapa camilan.

“Bagi kami pegiat alam, daya tarik yang menonjol dari air terjun ini adalah terdapatnya hutan alami, ditumbuhi beraneka ragam pepohonan hutan beserta semak belukarnya sehingga menambah indahnya panorama dan kesejukan alam sekitarnya. Lokasi ini juga sering digunakan untuk perkemahan, karena sangat mengasikkan jika dapat menyasikan hamparan air terjun pada pagi hari,” jelas Mail-
sapaan Ismail Haris.

Baru 12 Tingkat Teridentifikasi

Panorama alam di air terjun Larowiu sangat luar biasa. Rasa penanasaran untuk menjelajahi titik teratas air terjuntersebut belum terjawab. Hingga saat ini, penelusuran tingkatan air terjun baru mencapai tingkat ke 12. Bayangkan saja, dari tingkat pertama ke tingkat kedua, tingginya diperkirakan mencapai 40 meter.

Informasi yang dihimpun, penelusuran puncak air terjun meluhu belum bisa ditemukan. Marlyn alias Pundy, Warga Desa Analahumbuti Kabupaten Konawe mengatakan, air terjun Larowiu tak hanya mencapai tingkat 12 saja, sebab masih banyak tingkatan lagi diatasnya yang lebih menarik.

Dari survey darurat, dirinya dan para pegiat alam pernah mencapai hingga tingkat 12. Namun, jaraknya selalu berjauhan. Hanya, tingkat dua dan tiga saja yang berdekatan.

“Di tingkat dua itu belum terlalu menarik. Bahkan ada yang lebih menarik lagi. Bayangkan ada tingkatan yang berbentuk perahu terbalik. Di tingkatan itu, airnya menyatu lalu membelah dua. Pokoknya sangat unik. Bahkan ada tingkatan yang berbentuk seluncuran yang jaraknya sekitar belasan meter. Namun, sayangnya tak bisa dikunjungi pengunjung, karena jaraknya sangat jauh. Memakan waktu
setengah hari untuk mencapai tempat-tempat tersebut, ditambah lagi jalurnya yang menantang. Kami pada waktu itu, sesekali memanjat tebing kadang juga harus melewati hutan dan pegunungan,” jelasnya.

Sampai saat ini, warga setempat masih penasaran karena belum mengetahui siapa sebenarnya penemu pertama air terjun Larowiu itu. Meskipun sudah ramai dikunjungi tapi tak pernah ada satu orang pun yang menyinggung nama penemuanya. Tapi kabar yang beredar, penemu air terjun ini beberapa pencari rotan, yang dengan tanpa sengaja menarik hasil rotannya dari dalam hutan hingga akhirnya bisa sampai di pinggir jalan.Emin, Warga Meluhu mengatakan, menurut informasi yang beredar jika penemu air terjun itu adalah para pencari rotan.

Sebab pengunungan di Kecamatan Meluhu kerap dijadikan lahan untuk mencari rotan. “Para pencari rotan ini, kabarnya telah menelusuri semua sungai yang berada di pegunungan Meluhu. Beberapa pencari rotan sering bercerita, sungai yang membentuk air terjun bersal dari satu danau yang berada diatas pengungan. Dimana danau itu, terbagi beberpa percabangan sungai, yang mengalir di berbagai tempat,”
katanya.

–Tujuh Kilometer dari Pemukiman–

Lokasi air terjun Larowiu terbilang cukup jauh. Dari pemukiman penduduk, jaraknya diperkirakan masih mencapai 7 kilometer. Tidak ada akses yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan. Jelajah ke air terjun Larowiu harus ditempuh dengan berjalan kaki. Begitu alaminya, kawasan tersebut juga bebas dari jaringan telepon selular. Tidak ada signal di kawasan itu.

Handphone bukan lagi berfungsi sebagai alat komunikasi jarak jauh, namun beralih menjadi alat dokumentasi untuk mengabadikan perjalanan.Ismail Haris, warga Konawe mengatakan, perjalanan dari Konawe ke Konut melalui jalur tersebut menjadikan pintu masuk kawasan air terjun Larowiu sebagai tempat peristrahatan. Meski jaraknya masih 7 kilometer dari pemukiman penduduk, namun kesegaran alam
sangat terasa.

“Lokasinya sangat jauh. Saat perjalanan, pengunjung sering mendapat hambatan, seperti bocor ban di jalan. Mau menghubungi kerabat tidak bisa karena tidak ada jaringan, terpaksa menyimpan motornya di pinggir jalan sambil menuggu mobil lewat dan meminta tolong memuatnya hingga perkampungan.

Tetapi ada juga yang nekat mengendarainya tanpa angin, dengan rela menuruni pendakian yang sebelumnya telah dilewati dari pada harus menunggu berjam-jam sampai mobil lewat,” katanya.

Meskipun jaraknya sangat jauh dari perkampungan, namun tak pernah menyurutkan niat bagi penggemar air terjun. “Inilah kehebatan dari air terjun Larowiu, meskipun jauh namun tetap selalu dikunjungi. Bahkan jika kami rindu dengan air terjun ini, kami selalu menyempatkan diri berkemah semalam di air terjun ini,” jelasnya.

–Pemda Konawe Belum Tertarik–

Meskipun keindahan alam yang dimiliki air terjun Larowiu begitu menggoda, namun belum ada minat bagi Pemda Konawe mengekploitasi kawasan tersebut menjadi objek wisata. Air Terjun ini belum dikenalkan ke publik pada jangkauan lebih luas. Banyak orang yang belum mengetahui adanya permata alam tersembunyi di daerah Konawe ini.

Mungkin karena jaraknya yang sulit dilalui dengan kendaraan roda empat maupun sepeda motor, sehingga belum dikelola. Potensi alam itu hanya dijadikan tempat mandi dan dikunjungi oleh warga sekitar. Sebab, dari tahun ke tahun, potensi air terjun ini tidak ada perubahan sama sekali. Infrastruktur bangunan maupun jalan menuju lokasi agak tertutup, sehingga keberadaannya kurang diketahui oleh masyarakat.

Tak adanya sentuhan dari pemerintah, tak ada juga retribusi yang dikenakan pada saat berkunjung ke wisata ini. Padahal warga setempat sangat berharap, pemerintah mengembangkannya menjadi objek wisata. Ismail Haris Warga Konawe, mengatakan, andaikan saja tempat ini diperhatikan pemerintah, pastinya wisata ini akan dikenal oleh banyak orang. Air terjun Larowiu memiliki ketinggian yang mencapai 40 meter, serta kesejukan yang alami.

“Objek wisata ini sangat potensial untuk dikembangkan, tinggal dibenahi sedikit-sedikit seperti penyediaan sarana, lahan parkir, jalan menuju air terjunnya harus disediakan tangga karena selama ini kami hanya menggunakan tangga manual yang sudah lapuk, dan pemondokan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas seperti itu saya yakin akan semakin ramai dikunjungi,” kata dia. “***”

error: Hak Cipta dalam Undang-undang