Enam Ormas Minta Pengusulan Cawawali Kendari Berlangsung Demokratis


KALOSARA NEWS : Organisasi masa dari berbagai elemen meminta pengusulan calon wakil wali (Cawawali) Kota Kendari berlangsung secara demokratis dan terhidar berbagai kepentingan. Hal ini disuarakan oleh Gerakan Masyarakan (GERMAS) Anti Sekularisme Kota Kendari, Central Demokrasi Indonesia (CDI) Sultra, Kibar Indonesia Sultra, Sultra Barometer, Simpul Indonesia Satu (SIASAT) Sultra, dan Forum Keuangan Daerah (FKD) Kota Kendari.

Dalam pernyataan sikap yang diterima redaksi, Selasa (14/5/2019), Germas Anti Sekularisme Kota Kendari memandang bahwa Kota Kendari adalah kota yang didiami oleh berbagai macam suku dan agama. Oleh karena itu, kemajemukan dan pluralisme sering menjadi contoh buat daerah lain di Indonesia.

“Kami menilai bahwa kondisi pluralisme yan terjaga mulai terusik atau tercemari dengan gerakan yang berindentitaskan SARA. Hal itu terindikasi dari pergerakan yang dilakukan oleh sebagian orang pada hari Jumat tanggal 3 Mei 2019 di Kantor Walikota Kendari terkait penentuan Wakil Walikota Kendari,” terang Ketua Germas Anti Sekularisme Kota Kendari, Cinong Simbiti.

Selanjutnya, Germas Anti Sekularisme Kota Kendari mendesak Walikota Kendari Sulkarnain Kadir untuk memilih wakil walikota bukan berdasarkan SARA (Suku, Agama, dan Ras), tetapi karena kapabilitas dan kualitas personal.

“Kami meminta Bapak Walikota Kendari untuk tidak memilih wakil walikota yang secara jelas memiliki ambisi/keinginan besar untuk menempati jabatan wakil walikota karena tidak sesuai ajaran agama. Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW, ‘Kami tidak akan memberikan jabatan pemerintahan ini kepada orang yang meminta dan berambisi untuk mendapatkannya.’ (HR. Bukhari-Muslim). Dan dalam ajaran kristen diajarkan dalam (Kol. 3;22) dimana Paulus mengajarkan kepada kita untuk bekerja dengan ‘Tulus hati karena takut akan Tuhan,’” jelasnya.

CDI Sultra menilai bahwa, proses pengusulan dan penetapan wakil walikota sepenuhnya adalah sebuah proses politik yang harus dihargai. Akan tetapi proses politik tersebut diharapkan terlaksana dalam nuansa demokratis dan terhidar dari benturan kepentingan apalagi kesan balas jasa.

BACA JUGA :   Lomba O2SN SMP, Diknas Konawe Optimis Wakili Sultra Ke Tingkat Nasional

“Lahirnya nama dr. Hj. Siska Karina Imran SKM dari hasil godokan internal partai PAN tidaklah membuat kita seakan tutup mata, sehingga sangat disayangkan sebuah partai yang lahir dalam demokrasi hanya mampu menghasilkan seorang dr. Hj. Siska Karina Imran SKM dalam proses internalnya sungguh sangat menyedihkan,” ujar Direktur CDI Sultra, Abd Jalil Suhardin, dalam pernyataan sikapnya.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co