Euforia Asean Games di tengah Lombok menangis

Oleh: Hanaa Lahifah

(Pemerhati Sosial & Member Akademi Kreatif)

Bak  pesta besar-besaran menyambut tamu agung, kini pesta itu telah dihelat secara akbar dan meriah. Tepatnya sabtu, 18/08/2018 waktu palembang, acara akbar Asean Games yang melibatkan para penari dengan koreografi yang apik membuat para tamu negara-negara Asean berdecak kagum. Betapa tidak, acara akbar ini melibatkan ratusan penari dengan beragam tarian daerah yang cukup terkenal.

Sebutlah tari saman dari aceh, melibatkan ratusan pelajar sebagai penari untuk memeriahkan opening ceremony tersebut. Konon opening ceremony ini disebut-sebut menelan dana sebesar 47 juta dollar atau sekitar Rp 685,2 miliar. “Awalnya kami anggarkan 52 juta dollar US. Tapi kami berhasil efisiensi hingga 47 juta dollar. Itu total biaya untuk opening dan closing,” ujar Deputi 2 Bidang Administrasi Pertandingan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) Francis Wanandi, saat konferensi pers usai pertandingan. Fantastis!

Kemeriahan terlihat pada acara yang hanya diikuti atlet dan official peserta Asian Games yang bertanding di Palembang ini. Para atlet yang melakukan nonton bersama menggunakan layar lebar, bersorak-sorai saat menyaksikan Devile negara asal mereka tampil, dalam acara utama yang dihelat di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Tak berbanding lurus dengan euforia Asean Games, setelah dua hari perhelatan akbar opening ceremony, tepatnya senin, 20/8/2018, kembali Lombok dihantam gempa yang berpotensi tsunami. Hasil pemantauan Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Senin ini berlangsung di kedalaman 10 kilometer, dengan pusat gempa berada 32 kilometer sebelah timur laut Lombok Timur, NTB. Gempa itu adalah guncangan susulan yang terus berulang dalam periode empat jam.

Sebelumnya, pada pukul 06.29 WIB, terdapat guncangan sebesar 4,8 SR, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut sejauh 34 kilometer sebelah timur laut Lombok Utara. Kemudian, pada pukul 04.21 WIB dan 04.50 WIB terjadi gempa, masing-masing sebesar 5,0 SR dan 5,2 SR. Hingga pukul 10.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat sebanyak 101 gempa susulan, dan sembilan di antaranya sangat terasa.

BACA JUGA :   Gaji Honor, Bikin Horor

Bahkan, sebagaimana dicuitkan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa juga mengakibatkan kebakaran. “Kebakaran melanda permukiman di Desa Bungin Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa NTB. Kebakaran disebabkan adanya rumah roboh saat gempa 7 SR kemudian rumah terbakar,” sebutnya. www.BBC.NEWS/INDONESIA, 20/8/2018

Lambannya pemerintah dalam menangani gempa Lombok

Setelah berhari-hari Lombok dalam keadaan mencekam, tak ada tanggap cepat dari pemerintah untuk menetapkan gempa sebagai bencana nasional. Hal ini dipertegas dengan beberapa fakta di lapangan yang dialami oleh para relawan yang melihat lansung pasca gempa. Kebutuhan pokok begitu sangat dibutuhkan warga, seperti makanan, terpal, air bersih, tenda, dll.

Sebagaimana penelusuran yang dialami oleh relawan dari warga setempat. Belum lagi trauma warga pasca gempa sangat membutuhkan recovery mental. Akhirnya bantuan dan sarana-sarana yang dibutuhkan warga lebih banyak mengetuk para donatur dan relawan yang ikhlas dari seluruh indonesia.

Sebagaimana dilansir dari laman radar pribumi, seorang relawan berprofesi sebagai guru melihat lansung dan terlibat dalam bantuan pasca gempa. “Orang krisis makanan, pasar-pasar tutup, kios-toko tutup. Perekonomian macet total. BBM nihil dalam radius 100 km. Sampai teman yang membantu menyalurkan bantuan saya bawakan bensin dari Lombok Timur.

Anak-anak kedinginan karena tenda yang tidak memadai. Air bersih langka. Rumah ambruk tak terurus. Anak tidak terurus, tidak mandi, tidak sekolah. Ini baru di kecamatan Bayan. Jangan lagi tanya bagaimana dengan kecamatan yang lebih barat. Yang lebih parah. Kayangan, Gondang, Tanjung sampai Pemenang. Korban luka saja masih banyak yang belum tersentuh. Di pelosok-pelosok.”tambahnya

Di sisi lain ketika perkara penanganan ini adalah hal yang sangat urgen, pemerintah malah merencanakan menaikkan gaji dan tunjangan aparat sipil negara senilai 5 % dari gaji pokonya. Kebijakan itu bukan hanya berlaku untuk PNS di kalangan kementerian dan lembaga, melainkan juga di daerah. Hanya saja, untuk daerah, tunjangan kinerjanya akan disesuaikan dengan kemampuan daerah.

BACA JUGA :   Perayaan Tahun Baru Jurus Jitu Perusak Akidah

Untuk memastikan daerah bisa memberikan THR dan Gaji ke-13 itu, Sri Mulyani berujar pemerintah telah menyiapkan Dana Alokasi Umum Transfer ke Daerah sebesar Rp 414,9 triliun dalam APBN 2019. DAU memang disiapkan untuk mengurangi ketimpangan dan meningkatkan pemerataan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah menambahkan tujuan kenaikan gaji itu adalah untuk meningkatkan kualitas dan motivasi birokrasi ASN. Sehingga, aparatur negara bisa semakin profesional, bersih, dan terjaga kesejahteraannya. www.tempo.co, 16/8/2018

Pemimpin dalam pandangan islam

Mengamati dan menganalisa beberapa fakta diatas, maka islam sebagai agama kaffah’ memiliki seperangkat tuntunan dalam menangani gempa. Terutama sikap kepala negara secara sigap menghadapi gempa. Dalam pandangan islam gempa bukan sekedar fenomena alam, namun ialah teguran dan peringatan dari Allah azza wajalla. Sebagaimana gempa yang pernah menimpa Madinah di masa Rasulullah saw, dan di masa kepemimpinan umar bin khattab. Umar menyerukan kepada rakyatnya, agar mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat-maksiat yang akan mengundang murka Allah melalui bencana.

Seorang pemimpin memiliki peran dan tanggung jawab dalam hal pengaturan ini. Wajib memprioritaskan menangani dan mengatur segala hal yang sifatnya urgen (darurat). Gempa atau bencana adalah perkara darurat yang wajib segera ditangani penguasa tanpa perlu mengumumkan status bencana tersebut nasional ataukah tidak.

Bencana adalah sesuatu musibah di luar dari kehendak manusia, namun juga harus ada kesadaran untuk merenungkan segala hal yang menjadi penyebab datangnya musibah tersebut adalah dari ulah manusia. Sebutlah bagaimana negeri ini menganut sistem kehidupan sekuler, di mana manusia diatur dari aturan ciptaan manusia yang lemah. Aturan yang menjauhkan manusia dari aturan penciptanya. Aturan yang menjauhkan manusia dari sistem mulia, yaitu islam. Sebagaimana firman Allah SWT:

BACA JUGA :   Hadiri Halal Bihalal di Kecamatan Andoolo, Bupati Konsel Janji Jalan Akan Diperbagus

“Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah ku-cukupkan kepadamu ni’matku, dan telah kuridhai islam itu jadi agama bagimu.”(QS. Al-Maidah: 3)

Islam memiliki pengaturan sempurna dalam seluruh kehidupan manusia. Islam memandang seorang pemimpin adalah junnah’ atau perisai bagi umatnya. Ketika pemimpin membenci umatnya maka umatnya membencinya, dan ketika pemimpinnya mencintainya maka umatnya akan mencintainya pula. Sebagaimana dalam hadist Rasulullah saw, bersabda:

“Sesungguhnya imam/pemimpin itu laksana perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakannya dan berlindung dengannya.”(HR.Muslim)

Dan, hadist dari Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Setiap kalian adalah seorang pemimpin (ra’in), dan bertanggung jawab aas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya.”

Begitulah, islam memandang bahwa seorang pemimpin wajib mengutamakan urusan rakyatnya, sebab amanahnya kelak akan dia pertanggung jawabkan di hadapan Allah . Perkara gempa adalah wajib hukumnya diprioritaskan penanganannya.

Wajib menganggarkan dana dari kas negara untuk recovery kebutuhan rakyat sehingga rakyat betul-betul merasakan pelayanan yang baik dari pemimpinnya. Bukan malah meninggalkan rakyat dalam kondisi memprihatinkan dan lebih memprioritaskan hal yang hukumnya mubah tersebut. Seperti pelaksanaan Asean Games dan anggaran tambahan gajin ASN yang sebenarnya tidak bersifat darurat. Wallahu ‘alam bishawwab (***)

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co