Ragam  

Fachry Pahlevi Konggoasa Siap Mundur, Jika Tak Ada Perubahan di KNPI Konawe

KABUPATEN KONAWE-SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS :  Fachry Pahlevi Konggoasa resmi memegang tampuh kepemimpinan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Konawe.

Ketgam : Foto bersama pengurus KNPI Kabupaten Konawe besama Muspida Kabupaten Konawe usai pelantikan Senin, (23/10/2017) Foto : Randa Kalosara News
Ketgam : Foto bersama pengurus KNPI Kabupaten Konawe besama Muspida Kabupaten Konawe usai pelantikan Senin, (23/10/2017) Foto : Randa Kalosara News

Ia bersama pengurus KNPI lainnya di kukuhkan oleh Ketua DPD KNPI Sultra, Umar Bonte, pada Senin, (23/10/2017) untuk masa jabatan periode 2017-2020.

Fachry Pahlevi Konggoasa dalam sambutannya mengungkapkan, rasa terimakasinya atas kepercayaan pengurus KNPI terhadap dirinya.

Ia optimis bahwa KNPI di bawah kepemimpinannya bisa memberikan kontribusi positif dengan mendorong partisipasi anak muda. Menurutnya jika dalam kurun 1 tahun KNPI Konawe tidak ada perubahan di bawa kepemimpinannya anak sulung bupati Konawe ini siap mundurkan diri.

“Bersama KNPI kita gebrak aksi-aksi positif dari kegiatan kepemudaan, jika dalam 1 tahun tidak ada perubahan di KNPI Konawe, saya siap munduru dari jabatan saya” tegasnya dalam sambutannya

Hal senada juga diungkapkan Umar Bonte selaku Ketua KNPI Sultra. Menurutnya, KNPI mesti memberi warna tersendiri dalam pembangunan. “Anak muda mesti ambil bagian dalam gerakan pembangunan. Di sanalah tugas KNPI berada,” tegasnya.

Terkait adanya isu dualisme ditubuh KNPI, Umar Bonte menepis hal tersebut. Menurutnya, KNPI saat ini hanya satu. Yakni KNPI yang konstitusional.

Adapun jika ada pihak lain yang mengatasnamakan KNPI, menurutnya harus ditelisik lebih jauh lagi. Apakah KNPI yang dimaksud itu yang konstitusional atau seperti apa.

“Memang ada KNPI lain setelah ada kongres Papua tahun 2015 yang melahirkan SK Kemenkumham. Akan tetapi pada tahun 2016 telah ada kongres luar biasa di Jakarta yang juga telah menghasilkan SK Kemenkumham yang baru. Makanya SK tahun 2015 itu dengan sendirinya telah gugir dengan adanya SK baru tahun 2016. Dan itulah KNPI yang kita ikuti sekarang,” terangnya.

Legislator Kota Kendari itu bahkan menegaskan, jika ada oknum, organisasi, mau pun instansi pemerintah yang menganggap hasil Musda KNPI Konawe itu ilegal, maka pihaknya siap mengajukan proses hukum.

“Kalau ada yang mengatakan hasil Musda KNPI Konawe itu ilegal, kami akan lapor ke penegak hukum. Karena itu telah menciderai organisasi kami yang nyata konstitusionalnya,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa sempat berseloroh jika KNPI sebelumnya lemah. Penyataan itu ia lontarkan bukan tanpa sebab. Menurutnya, kantor DPD KNPI Konawe selama ini memang tidak begitu difungsikan.

Ketgam : Ketua DPD KNPI Sultra, Umar Bonte saat menyerahkan bendera pataka kepada Ketua KNPI Kabupaten Konawe Fachry Pahlevi Konggoasa Senin, (23/10/2017) Foto : Randa Kalosara News
Ketgam : Ketua DPD KNPI Sultra, Umar Bonte saat menyerahkan bendera pataka kepada Ketua KNPI Kabupaten Konawe Fachry Pahlevi Konggoasa Senin, (23/10/2017) Foto : Randa Kalosara News

“Kantornya kadamg sepi dan tidak ada aktivitas. Kadang hanya pintu belakang saja yang terbuka,” katanya saat didaulat membawakan sambutan.

Kery berpesan, agar KNPI betul-betul dihidupkan kembali sebagaimana semangat kepemudaan. Pemda Konawe siap memberikan sokongan pendanaan untuk penyelenggaraan kegiatan kepemudaan.

“Kadang saya malu, jangan sampai ada yang bilang kalau Fachry itu jadi ketua karena lobi-lobi bapaknya. Tapi saya katakan kepada dia (Fachry) meluncurlah seperti anak panah. Bawa KNPI ini lebih baik dari sebelumnya,” kata mantan Ketua DPRD Konawe itu.

struktur kepengurusan KNPI Kabupaten Konawe, Ketua, Fachry Pahlevi Konggoasa, Sekretaris Hajaruddin Delawa, Bendahara, Fitrahddin Sugiono.

Reporter : Randa

Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang