Freeport Tak Terkendali, Negara Butuh Nyali

ketgam : kabarpapua.co
ketgam : kabarpapua.co

Oleh : Lia Amalia

(Anggota Smart With Islam Kolaka)

Jakarta, CNN Indonesia — Freeport McMoran masih akan menjadi pengelola tambang PT Freeport Indonesia, meski Pemerintah Indonesia melalui PT Inalum mendominasi kepemilikan saham.

Diketahui, transaksi divestasi saham Freeport rampung pada Jumat (21/12) kemarin. Usai transaksi, RI resmi menggenggam 51,2 persen saham Freeport Indonesia. Sementara, 48 persen sisanya masih dipegang Freeport McMoran, perusahaan tambang yang berbasis di Amerika Serikat.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tambang emas dan tembaga tersebut merupakan tambang terumit di dunia lantaran letaknya di bawah tanah. Dalam hal ini, Freeport McMoran telah terbukti kompeten untuk mengelola dan mengembangkan tambang tersebut.

Namun, bukan berarti ia meragukan kemampuan para teknisi Indonesia dalam mengelola Tambang Grasberg.

“Saya sangat yakin engineer Indonesia bisa, hanya kita perlu belajar, suatu hari saya yakin alumni kita bisa. Cuma perlu belajar dari McMoran sebagai best proven operator underground mining (pengelola terbaik tambang bawah tanah),” katanya, Jumat (21/12).

Saat ini, Freeport Indonesia membangun tambang bawah tanah sepanjang 700 kilometer. Ke depan, Freeport Indonesia akan melanjutkan pembangunan tambang bawah tanah hingga mencapai 1.000 km.

  1. Freeport Indonesia merupakan perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya milik Freeport-McMoran Copper and Gold Inc. Yang berasal dari Amerika serikat. Freeport sendiri telah beroperasi selama kurang lebih 46 tahun sejak 1967 dan kini merupakan perusahan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. PT. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di Papua pada dua tempat yaitu tambang Ersberg dari tahun1967 dan tambang Grasberg pada tahun 1988 tepatnya di kawasan tembaga puri, Kabupaten Mimika,provinsi Papua.
  2. Freeport bisa dengan leluasa mengeruk kekayaan di Papua karena dilegalkan secara sistem, yakni ada payung undang-undang dan berbagai peraturan pemerintah. Hal ini sebagai konsekuensi dari penerapan sistem kapitalisme-demikrasi di negeri ini. Berdasarkan sistem ekonomi kapitalisme, pengelolaan tambang dapat di serahkan kepada swasta termasuk asing. Lalu semua itu dilegalkan melalui UU yang dibuat oleh DPR dan pemerintah dalam sistem demokrasi.
BACA JUGA :   Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Kekayaan alam Indonesia pun di gadaikan, kekayaan Indonesia pun terjual, dirampok, dibawa kabur ke negara-negara pro-zionis, itupun tanpa  menyejahterakan rakyat Indonesia selama pulihan tahun lamanya.

Oleh karena itu, Pemerintah  harus memanfaatkan secara optimal sumber daya alam negeri ini yang sesungguhnya sangat melimpah. Harus ada strategi baru dalam memanfaatkan sumber daya itu. Eksplorasi emas oleh PT Freeport merupakan kesalahan besar, sejak tahun 1973 konon lebih dari Rp 500 triliun hasil emas melayang ke luar negeri. Memang pemerintah mendapatkan pajak dan sebagainya tapi pasti angkanya jauh lebih kecil dari hasilnya itu sendiri. Andai dikelola sepenuhnya oleh negara dana yang tidak sedikit itu tentu bisa di selamatkan untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga dengan barang tambang lain.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co