G30SPKI dan Noktah Hitam Ideologi Kejam

Oleh:Yusriani Rini Lapeo, S.Pd

(MuslimahMedia Konawe)

OPINI : Tanggal 30 sebtember bulan lalu, tepatnya 53 tahun yang lalu mengingatkan kembali kita pada peristiwa pilu, yang telah dialami oleh para pahlawan dan ulama Negeri ini.

Adalah G30SPKI, sebuah peristiwa yang terjadi pada malam tanggal 30 September, sampai di awal 1 Oktober 1965. Ketika itu tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta.

Sejak Peristiwa Madiun 1948 dan pemberontakan G30SPKI 1965 menjadi bukti betapa bahayanya ancaman komunisme di Indonesia.

Betapa tidak, banyaknya nyawa tokoh-tokoh agama dan Ulama, serta pahlawan revolusi bangsa ini yang menjadi tumbal kebiadaban dan konspirasi para Anggota PKI (Partai Komunis Indonesia).

Sejarah mencatat bahwa Peristiwa Madiun 1948 dilakukan anggota PKI dan partai-partai Oposisi kala itu, yang tergabung dalam organisasi bernama Front Demokrasi Rakyat (FDR).

Maka wajarlah, jika sampai saat ini sejarah kelam itu masih menjadi trauma dan luka terdalam bagi para pahlawan serta Ulama negeri ini.

Huru-harapun kerap terjadi, pasca pemutaran film G30S PKI 30 sebtember lalu, sontak menjadi polemik ditengah petinggi pemerintah, militer, maupun masyarakat.

Mengutip pernyataan dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid,  ia mengatakan, “Pilihan untuk menonton bareng atau tidak film tersebut adalah hak setiap warga. TNI seharusnya tidak dipaksa mengambil tindakan yang rawan disalahgunakan oleh kelompok elite politik tertentu,” tuturnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (28/9), REPUBLIKA.CO.ID.

Disisi lain, ada Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dirinya  menilai tidak perlu ada polemik soal pemutaran film Gerakan 30 September/PKI, jelang 30 September yang lalu. Sebab menurutnya, pemutaran film tersebut hanya untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat, betapa kejamnya gerakan atas ideologi komunis tersebut, Jakarta, Jumat (28/9), REPUBLIKA.CO.ID.

BACA JUGA :   3.252 KK dan 9.756 Jiwa Terdampak Banjir

Sebenarnya, seberapa bahayanya sih ideologi yang dianut oleh PKI?

Pada awal tahun 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia kala itu, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Sampai pada tahun 1965 anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya.

Dalam ideologi komunis ini, menganggap bahwa perubahan sosial harus dimulai dari pengambilalihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Maksudnya,  perubahan sosial dimulai dari buruh.

 

Dalam hal akidah, Komunisme berlandaskan pada teori Dialektika Materialisme dan Materialisme Historis sehingga tidak bersandar pada kepercayaan mitos, takhayul apalagi agama.

 

Komunisme bukan sekadar mengesampingkan aspek spritual, bahkan menyebut aspek spritual sebagai tidak ada. Penganutnya banyak yang agnostik (tidak mempercayai agama) atau bahkan ateis (tidak mempercayai Tuhan).

 

Dengan kata lain, tidak ada penanaman doktrin agama pada rakyat. Prinsip dalam Komunisme, “Agama adalah Candu” membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain yang dianggap tidak rasional dan keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).

 

Adapun dalam kehidupan politiknya, hanya mengenal sistem partai tunggal. Partai berkuasa akan merefleksikan materi-materi sebagai tolak ukur atas semua perbuatannya.

 

Komunisme tidak mengakui adanya kepemilikan pribadi. Semua ruang kepemilikan, hukum asalnya adalah milik negara. Dalam hal tersebut, masyarakat dipaksa mengikuti seluruh kemauan Penguasa tanpa ada ruang pendapat bagi mereka.

 

Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah, dan menganggap itu semua adalah gaya hidup. Sebagai contoh, di awal tahun 1965 ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI.

 

Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dengan polisi dan para pemilik tanah. Bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapapun.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co