, , ,

Gara-gara Bersihkan Puing Plan Police Line, Markus Ditahan Selama 6 Bulan

Laporan  : Afdal

KALOSARA NEWS : Markus Muada (40 thn) warga Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa,  Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus menelan pil pahit akibat tertangkap sementara membersihkan puing-puing plan police line usai dibakar oleh Ramli. 

Markus menceritakan, peristiwa terjadi pada tahun 2010  lalu, bermula ketika saat itu pihak Polda setempat memasang plang police line sehingga proses penambangan saat itu terhenti terlebih dahulu karena belum adanya kejelasan pemilik lahan.

Merasa tergangu pelaksanaan pertambangan Ramli pun lalu menyuruhnya untuk menurunkan plan police line dengan menyampaikan bahwa padanya penurunan plan police line Ramli lah yang akan bertangung jawab sepenuhnya jika terjadi apa -apa.

Setelah mendengar suruhan dari Ramli tersebut, kata Markus, ia  dan 3 orang rekanya pun naik ke lahan untuk menurunkan plan yang diperintahkan oleh Ramli tadi.

“Setibanya kami di tempat, dua anggota turun dari mobil dan menurunkan plan yang diperintahkan dan membawa plan ke kantor, setibanya kami dikantor koperasi, Ramli pun langusng membakar plang police line yang kami bawa,” terangnya.

Kata Markus, Usai dibakarnya, merasa melihat sisa bakar itu kotor, ia pun lalu begegas untuk membersihkan,” Saya lihat plan Police Line yang sudah dibakar oleh Ramli berhamburan dijalan saya langsung bergegas untuk membersihkan, pada saat saya membersihkan tiba-tiba saya langsung datang ditahan oleh pihak Polres Kolaka tanpa mengetahui siapa yang bakar sehingga saya langsung dibawah oleh Polres Kolaka dan menyampaikan akan memberikan keterangan lebih jelas bahwa bukan saya yang membakarnya,” terang Markus

Setelah dirinya diketahui ditangkap polisi, Istrinya (Markus-Red) saat itu mendatangi Ramli untuk menyampaikan bahwa  dirinya sudah di tahan. “Ramli lalu mengatakan biarmie dia ditahan dulu nanti kalau dia sudah keluar saya kasih uang sebanyak 30 juta rupiah,” pungkas Ramli pada istri Markus.

BACA JUGA :   Tarian Mondotambe, Kuda Lumping, dan Tarian Marandin Sambut Pelantikan Kery - Gusli

Menurut Markus, saat itu yang ditahan dua orang  dirinya dan Ilyas, Namun temannya (Ilyas-Red) hanya ditahan selama 3 hari dan 3 malam saja akibat naik gulanya 600 dan dibawah dirumah sakit lalu dilepaskan begitu saja.

“Sampai sekarang saya dilepaskan begitu saja  tanpa ada surat tanpa melalui pengadilan, jadi saya kayak anak ayam saja setelah 6 bulan saya ditahan, Saya bertanya kepada anggotanya pak Ramli yang juga Lsm kenapa saya harus ditahan seperti ini tapi dia menjawab katanya masalah ini sudah diurus oleh Ramli,” terang Markus

Markus menambhakan, usai mendekam selama 6 bulan lamanya, sampai harus kehilangan sosok istri akibat peristiwa ini yang dipikirkan terus, namun pahitnya ternyata jaminan yang dijanjikan oleh Ramli ternyata  tidak ditepatinya.

“Meninggalnya istri saya akibat trauma kenapa harus sendiri saya yang harus menerima imbas ini dan sekarang anak saya juga tidak sekolah akibat anak saya tidak lagi terurus saat meninggal istri saya , dan parahnya dia sudah janji almarhuma istri saya akan memberikan uang sebanyak 30 juta ternyata itu semua bohong, bahkan saat diingatkan Ramli menjawab tidak akan membayar janji itu, bahkan  anehnya Ramlipun tidak ditahan dan tidak lanjuti sampai saya keluar dari sel,” tutup Markus Muada. (***)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co