Gaya Hidup Hedonis Picu Kekerasan Seksual Meningkat

Zulhilda Nurwulan, S. Pd
Zulhilda Nurwulan, S. Pd

Oleh : Zulhilda Nurwulan, S. Pd (Relawan Opini Kendari)


Tahun 2020 segera berakhir, namun tak ada perubahan yang signifikan dengan keadaan dunia yang fana ini. Tindakan kriminal terjadi di mana-mana melengkapi rentetan kasus kriminal di tahun yang penuh fitnah ini tanpa ada solusi yang preventif. Maraknya tindakan kriminal  sepanjang tahun 2020 ini yang merupakan akibat pengaruh dari sistem kapitalis kerap menjerumuskan kaum muda ke dalam lembah hitam pergaulan bebas.

Hal ini juga dipengaruhi oleh gaya hidup hedonis yang diadopsi dari budaya global  yang sekular. Disamping itu, kemajuan teknologi yang tak bisa lagi dibendung makin memudahkan masyarakat mengakses berbagai konten negatif sehingga tidak jarang ditemukan berbagai penyimpangan sosial di masyarakat yang mengakibatkan rusaknya moral dan akhlak masyarakat. Beberapa kasus kriminal yang banyak terjadi di tengah masyarakat selama kurun waktu setahun ini diantaranya kekerasan seksual.

Dilansir dari Telisik id, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Saksi Peksos) Kementerian Sosial Republik Indonesia di Konsel menemukan 32 kasus tindak kekerasan seksual selama tahun 2020 yang terjadi pada anak-anak. Hal ini membuktikan jika pengaruh kapitalis sangat merusak bagi generasi muda yang baru mengenal jati dirinya sebagai manusia.

Psikologis remaja yang rentan terhadap hal negatif menjadi pemicu maraknya berbagai tindakan kriminal diantaranya kekerasan seksaul. Disamping itu, sistem kapitalis-sekuler yang mendidik masyarakat gagap terhadap lingkungan sekitar membuat mereka santai ketika kemaksiatan terjadi di sekitar mereka.

Pergaulan masyarakat yang jauh dari kontrol agama mengakibatkan terjadinya interaksi bebas diruang publik antara lawan jenis tanpa batasan sehingga mengundang terjadinya benih-benih kejahatan diantaranya kekerasan seksual. Dari awal, para kapitalis telah berhasil merusak sudut pandang masyarakat melalui tontonan fashion, makanan juga gaya hidup mereka menjadi sesuatu yang indah dan glamour.

BACA JUGA :   Dihantui Stunting, Pertumbuhan Generasi Muda Terbanting

Berbagai tindakan kriminal terjadi akibat tidak adanya bentuk hukuman yang membuat jera para pelaku sehingga mereka tidak takut melakukan tindakan tersebut bahkan sampai mengulangnya. Setiap hukuman yang dibuat selalu kontradiktif. Mereka mengutuk kekerasan seksual namun dilain sisi terus memfasilitasi faktor-faktor yang memicu kekerasan seksual itu sendiri.

Kapitalisme Menyuburkan Tindakan Kejahatan

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co