Gaza Butuh Tentara, Bukan Retorika!

Dewi Sartika Dewi Sartika
Dewi Sartika

Anehnya, setiap kali muncul kasus kebiadaban Yahudi-Israel terhadap rakyat Palestina, hal itu sekadar dianggap sebagai masalah kemanusian; apalagi jika yang menjadi korban tidak hanya pihak Muslim, tetapi juga non-Muslim, sebagaimana dalam kasus penyerangan pasukan Israel terhadap para relawan di Kapal Marvi Marmara satu dari 6 kapal Armada Kebebasan. (Freedom Flotilla) yang menewaskan puluhan relawan beberapa waktu lalu (31/5/2010).


Oleh : Dewi Sartika (Aktivis BMI Kolaka)


Ketenangan untuk menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan 1440 H tampaknya belum bisa dirasakan warga Jalur Gaza, Palestina. Mereka diliputi was-was karena gempuran rudal dari militer Israel dalam beberapa hari terakhir. Diberitakan AFP, hingga Minggu (5/5) malam, roket Israel terus menghantam kawasan Gaza. Akibatnya 23 warga Gaza meninggal dunia. Termasuk di antaranya seorang perempuan yang sedang mengandung dan seorang bayi.

Serangan dari tank dan rudal udara Israel mulai menggempur Gaza sejak Sabtu (4/5). Militer negara zionis itu berdalih serangan dilakukan sebagai bentuk balasan. Milisi Palestina memang menembakkan roket ke wilayah yang diduduki Israel. Empat WN Israel tewas akibat roket yang ditembakkan dari kawasan Gaza, tiga di antaranya adalah militer.

Korban jiwa yang bertambah tampaknya tidak membuat Israel mengendurkan serangan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu malah memerintahkan militernya untuk terus menggempur Gaza. “Lanjutkan serangan masif ke elemen teror di Jalur Gaza,” kata Netanyahu. Sedangkan kelompok yang menguasai Gaza, Hamas, membuka peluang gencatan senjata dengan Israel. Pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan, situasi bisa kembali tenang jika Israel berkomitmen untuk menghentikan serangan.

Asap mengepul di atas bangunan selama serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina. Foto: AFP/Mahmud Hams. Saat ini, militer Israel mengakui sudah menembak ke 320 titik di Gaza. Sasaran tembak disebut sebagai basis milisi. Militer Israel juga menyatakan ada lebih dari 600 roket dari Gaza yang mengarah ke kawasan Israel, sekitar 150 di antaranya dihalau sistem pertahannya. Meski masih banyak yang tidak terhalau sistem keamanan Israel, hanya 35 roket masuk ke kawasan urban.

BACA JUGA :   Isu Terorisme 'Memphobiakan' Islam

Anehnya, setiap kali muncul kasus kebiadaban Yahudi-Israel terhadap rakyat Palestina, hal itu sekadar dianggap sebagai masalah kemanusian; apalagi jika yang menjadi korban tidak hanya pihak Muslim, tetapi juga non-Muslim, sebagaimana dalam kasus penyerangan pasukan Israel terhadap para relawan di Kapal Marvi Marmara satu dari 6 kapal Armada Kebebasan. (Freedom Flotilla) yang menewaskan puluhan relawan beberapa waktu lalu (31/5/2010).

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co