Guncangan Isu Radikalisme di Ponpes Muna, Menyesatkan Ajaran Islam

Iven Cahayati Putri
Iven Cahayati Putri

Oleh: Iven Cahayati Putri (Pemerhati Sosial)


 

Media kian hari pemberitaannya makin ekstrim saja. Berita yang disuguhkan menyulut riak dan tanya di tengah masyarakat. Masyarakat pun menjadi subjek penikmat yang selalu menanti suguhan tayangan menarik, dan berita berulang yang selalu hampir membuat jengah adalah tentang Radikalisme. Radikalisme adalah satu dari sekian pemberitaan yang tak pernah sepi menghiasi layar kaca. Istilah ini terdengar tidak tabu di telinga masyarakat, mulai dari elite politik hingga yang ke pelosok, sebab setiap momen isu ini selalu disajikan di tengah masyarakat. Padahal definisi pasti radikalisme sendiri masih ambigu dan senantiasa disematkan kepada Islam yang lekat dengan simbol kekerasan. Tudingan pun makin marak, kegiatan-kegiatan islami dicurigai, kampus-kampus diawasi, pondok-pondok pesantren dimata-matai bahkan tak jarang kajian-kajian dibubarkan. Semata-mata tujuannya untuk menangkal radikalisme.

 

Untuk menangkal bahaya radikalisme dan potensi terjadinya terorisme di tengah masyarakat, Sat Intelkam Polres Muna melakukan kunjungan sekaligus membangun sinergitas ke Pondok Pesantren (Ponpes) modern Al-Ikhlas Labunti, pada selasa 19 Februari 2021 lalu. Upaya itu dilakukan tentunya dalam rangka menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Muna. (Inikatasultra.com, 28/22021).

 

Radikalisme Dalam Pandangan Kapitalisme

 

Kata radikalisme ditinjau dari segi terminologis berasaal dari kata dasar radix yang artinya akar (pohon). Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas,2002), radikalisme diartikan sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Menurut Rubaidi (2007), radikalisme merupakan gerakan-gerakan keagamaan yang berusaha merombak secara total tatanan sosial dan politik yang ada dengan jalan menggunakan kekerasan. Sedangkan menurut Dr. Dr. KH. Tarmidzi Taher radikalisme bernkana tajdid (pembaharuan) dan islah (perbaikan), suatu spirit menuju kebaikan. Hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara para pemikir radikal sebagai seorang pendukung reformasi jangka panjang.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co