Gurita Narkoba Di Bumi Anoa, Sampai Kapan?

Penulis : Drg Endartini Kusumastuti (Pemerhati Sosial Masyarakat Kota Kendari)
Penulis : Drg Endartini Kusumastuti (Pemerhati Sosial Masyarakat Kota Kendari)

Penulis : Drg Endartini Kusumastuti (Praktisi Kesehatan Kota Kendari)


Muncul lagi kasus yang membuat bumi Anoa terhenyak. Kasus Narkoba kian menyebar. Bahkan kali ini bersumber di lapas, dimana pelaku tindak criminal sedang menjalani hukuman. Tim Satuan Narkoba Polres Kendari menangkap RI (35) di sebuah hotel di Kecamatan Puuwatu, akhir pekan lalu. Sebanyak 33 bungkus kecil sabu ditemukan dengan berat total 53,36 gram. RI diduga kuat hanya seorang kurir dari seorang narapidana yang saat ini menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II A Kendari. (Kompas.id, 18/02/21)

Berbagai upaya untuk menumpas peredaran barang haram narkoba seolah tiada ujung. Labirin transaksi bisnis ini ibarat ruang gelap yang sulit ditemukan jalan keluarnya. Anehnya, tak sedikit kasus narkoba justru dikendalikan dari sel tahanan. Ironisnya, tak sedikit aparat yang terlibat dalam bisnis haram ini. Entah karena kadung kecanduan setelah mengecap narkoba atau tergiur dengan keuntungan bisnis ini. Lihat saja kasus Kapolsek Astanaanyar yang ramai diberitakan belakangan ini.

Merespons kasus tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sendiri telah menerbitkan Surat Telegram (ST) imbas dari kasus narkoba yang menjerat Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dan 11 anggotanya. Untuk mencegah tidak terulangnya kembali kasus tersebut yang melibatkan anggota Polri, Kapolri memerintahkan seluruh Kapolda melakukan tes urine kepada seluruh anggotanya. Perintah itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/331/II/HUK.7.1./2021 tanggal 19 Februari 2021. Dalam TR tersebut, Kapolri juga memerintahkan para Kapolda melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penyelidikan dan pemetaan anggota yang terindikasi terlibat narkoba. (sindonews)

Sistem Kapitalis Sekuler, Penyebab Darurat Narkoba

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pengguna narkoba mencapai 3,6 juta orang pada tahun 2019. Sedangkan pada tahun 2020, berdasarkan data Kementerian Sosial menunjukkan jumlah korban penyalahgunaan NAPZA yang dilayani sebanyak  21.680 orang yang didampingi oleh 962 Pekerja Sosial dan Konselor Adiksi.

BACA JUGA :   Lantik 54 PPK Tambahan, Ketua KPU Konawe Minta Lima PPK Kompak

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co