Hasil Alam Pulau Muna Diincar Negeri Tirai Bambu

 

Oleh: Rosmiati, S.Si

 

OPINI : Indonesia memang menarik dan berharga dimata negara-negara besar dunia yang haus akan materi. Buminya yang subur karena tepat berada digaris khatulistiwa membuat mata asing tak henti-hentinya melirik Indonesia. Negara Agraria itulah julukannya untuk kekayaan alamnya yang terhampar didaratan. Dan Negara Maritim sandingannya karena kekayaan alam bawa lautnya.

Baru-baru ini media Rakyat Sultra/Sultra Raya edisi 24 Oktober 2018, merilis sebuah informasi bahwa potensi pertanian Muna Barat dilirik oleh investor dari China dan Taiwan. Muna barat masuk dalam kategori wilayah yang potensi hasil pertaniannya cukup baik. Bahkan sebelumnya investor gula pun mulai melirik tempat ini.

PT Wahana Surya Agri (WSA) adalah perusahaan swasta yang sebelumnya memiliki mimpi ingin membangun perusahaan gula dan perkebunan tebu di Muna Barat tepatnya di kecamatan Wadaga dan Lawa. Namun, hal ini mendapatkan kecaman dari masyarakat setempat dan juga dari salah satu Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Muna Barat, Munawir Dio.

Munawir Dio meminta Pemerintah Daerah Mubar dan PT Wahana Surya Agri (WSA) tidak memaksakan untuk membangun perkebunan tebu di wilayah setempat. “Jeritan rakyatnya harus didengarkan dan hal ini dipikirkan lebih matang lagi dalam menghadirkan perusahaan tersebut.

Jika hal ini (memaksakan pembangunan) bisa menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat lebih baik dibatalkan. Kalau ini terjadi, nasib masyarakat Mubar tidak semanis gula yang akan dihasilkan oleh tebu, melainkan rasa pahit seumur hidup bagi mereka,” ujar Munawir Dio kepada SultraKini.Com Jumat, (31/08/2018).

Penolakan ini terjadi dikarenakan pembebasan lahan seluas 4.003 hektar. Dimana daerah hutan konservasi yang selama ini dijadikan tempat untuk masyarakat mengais penghasilan akan disulap menjadi pabrik industri.

BACA JUGA :   KPU Konawe Hapus 92 DPT Ganda dan 93 Meninggal Dunia

Yang sejatinya juga belum jelas apakah masyarakat setempat akan dilibatkan dalam proses pengolahannya dan terkait dampak lingkungannya. Jangan sampai rakyat yang menanggung semua ini.

Dan kini pun dua negara besar yang baru-baru videonya viral di media sosial dengan kehebatan teknologinya mampu membuat telur tiruan bahkan beras plastik mulai melabuhkan hatinya pada salah satu kabupaten yang berada tepat di kaki pulau Sulawesi ini. Bukti bahwa negara-negara kapitalis besar dunia tidak akan berhenti memanjakan matanya untuk mencari daerah-daerah yang berpotensi mendatangkan materi/penghasilan bagi mereka.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co