Hasil Hearing, KS Bungguosu Tidak Pecat Guru Honorer


KALOSARA NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe terkait adanya guru honorer yang diduga di pecat oleh kepala sekolah di Bungguosu. Namun hasil RDP, tuduhan tersebut tidak terbukti

Ketua DPRD Kabupaten Konawe Dr. Ardin menyampaikan, dikatakannya hasil kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tadi kita menyerahkan sepenuhnya Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan.

“Kita inginkan di sekolah itu tidak ada masalah jadi tadi ada dua tuntutan,” kata Ardin.

Dikatakannya tuntutan pertama mengenai pemecatan honorer, tapi tadi kepala sekolah sudah menjawab bahwa tidak memecat bahkan data guru honorer itu masih ada di dapodik.

 

“Keputusan kita DPRD kita serahkan Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan, karena dinas pendidikan lebih tau persoalan ini” tambahnya.

“Apakah mau diganti atau tidak diganti kita serahkan ke dinas yang penting keinginan DPRD tidak ada lagi masalah itu saja,” tambahnya

Sebelumnya puluhan Orang Tua Siswa siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Bungguosu , Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar unjuk rasa di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe. Selasa, 14 September 2021 sekitar pukul 09.12 Wita.

Kedatangan mereka yang didampingi oleh Forum Guru Honorer (FGH) Konawe menuntut kepala sekolah Bungguosu yang dinahkodai DJarniati untuk di pecat dari jabatan sebagai kepala sekolah serta mengembalikan guru pendidikan agama yang sebelumnya di pecat oleh kepala sekolah dimaksud.

Djarniati Kepala Sekolah SD Negeri Bungguosu memecat guru agamanya hanya karena guru dimaksud mempertanyakan honornya yang dialokasikan dari anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ketua Forum Guru (FGH) Haspian, dalam orasinya menyampaikan kedatangan mereka di Dinas Pendidikan Konawe meminta dinas pendidikan untuk mengembalikan guru yang dipecat oleh kepala sekolah untuk di aktifkan kembali. Karena guru tersebut sangat dirugikan apalagi guru dimaksud masuk sebagai penerima sertifikasi

BACA JUGA :   Aspal Buton Diekspor Lagi, Kebutuhan Nasional Sudahkah Tercukupi?

Namun pada saat RDP di ruangan DPRD Konawe 12 September 2021, Kepala Sekolah SD Negeri Bungguosu Djarniati tidak membenarkan semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya, bahwa dia memecat guru honorer itu tidak benar, karena guru yang dimaksud masih ada dalam dapodik.

Terkait dengan permintaan pemecatan terhadap dirinya, ia menyerahkan semua pada pimpinannya yakni kepala dinas untuk mengevaluasi.

“Saya tidak perna memecat guru honor itu, datanya masih ada di dapodik,”jawab Djarniati saat ditanya oleh pimpinan sidang dalam RDP

Di ketahui, saat RDP berlangsung puluhan masyarakat memberikan ikut memberikan dukungan terhadap kepala sekolah Bungguosu Djarniati.(Red/Rand)