Imperialisme dalam Kesepakatan RI-Amerika

Rayani Umma Aqila
Rayani Umma Aqila

Oleh : Rayani Umma Aqila


Menteri Luar Negeri  (Menlu) Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo berkunjung ke Indonesia. Kunjungan Pompeo datang setelah AS melakukan pendekatan tingkat tinggi kepada Retno Marsudi dan menteri pertahanan Indonesia Prabowo Subianto pada akhir Juli dan awal Agustus untuk memberikan hak pendaratan dan pengisian bahan bakar untuk pesawat pengintai P-8 yang memantau aktivitas militer China.

Kunjungan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-China, terutama di Laut Cina Selatan, yang diklaim China sebagai hampir seluruhnya wilayahnya sendiri. Sebelumnya diberitakan, Pompeo mengatakan kepada wartawan di Washington bahwa ia berharap akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kunjungannya tersebut Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menawarkan untuk mengundang investor Amerika Serikat (AS) untuk investasi di Kepulauan Natuna. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada saat berkunjung ke Indonesia. “Saya mendorong pebisnis AS untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia, termasuk untuk proyek-proyek di pulau terluar Indonesia, seperti Pulau Natuna,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis 29 Oktober 2020 lalu. (Galamedianews, 1/11/2020).

BACA JUGA :   Ilusi Pelarangan Minol dalam Sistem Demokrasi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co