Indonesia Terpapar Dalam Bahaya Ledakan Penduduk ?

Oleh : Risnawati

(Penulis Buku Jurus Jitu Marketing Dakwah)

OPINI : Paradigma   dalam   pengelolaan   masalah   kependudukan   dan pembangunan   telah mengalami pergeseran dari  pendekatan  pengendalian populasi dan penurunan fertilitas  menjadi  pendekatan  yang  terfokus  pada kesehatan reproduksi serta upaya pemenuhan hak-hak reproduksi.

KBRN, Cirebon : Indonesia menghadapi tantangan baru berupa besarnya jumlah dan proporsi angkatan kerja. Dampak transisi demografi, terutama ditandai dengan menurunnya angka kelahiran, telah mengubah struktur umur penduduk Indonesia.

Dalam data yang di dapat sensus Penduduk (BPS) tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) sebesar 157,1 juta jiwa (66,1 persen). Sementara hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, jumlah dan proporsi angkatan kerja Indonesia diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada tahun 2031.

Saat itu jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 298,4 juta jiwa; sebanyak 203,2 juta jiwa (68,1 persen) adalah penduduk usia produktif. Hal ini berarti Indonesia mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2031 dengan angka ketergantungan sebesar 46,84%.

Dilansir dalam Kendari (Antaranews Sultra) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Tenggara menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan peringatan dini dampak kependudukan serta sosialisasi penyediaan informasi peringatan dini dampak kependudukan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh pelaksana tugas kepala BKKBN Sultra, Mustakim, dan dikemas dalam bentuk temu kerja pengelolaan peringatan dini dampak kependudukan serta sosialisasi penyediaan informasi peringatan dini dampak kependudukan, bertempat di Kendari, Kamis.

Dikutip juga dari CIA World Factbook 2015, menempatkan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia, yakni 255 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,32%. Kondisi kependudukan Indonesia juga pernah dipaparkan oleh PLH Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Ida Bagus Permana dalam Lokakarya Wartawan dengan Jajaran Pejabat Badan Keluarga Berencanan Nasional (BKKBN) Pusat di Cimacan, Cianjur, JABAR, tahun 2015 lalu.

BACA JUGA :   Dinkes Konawe Diduga Jual Beli Hasil Rapid Test

“Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2020-2030.

Namun, jika bangsa Indonesia tidak mampu menyiapkan akan terjadinya bonus demografi, seperti penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM seperti pendidikan yang tinggi dan pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai, maka akan terjadi permasalahan, yaitu teradinya pengangguran yang besar dan akan menjadi beban negara”. (AntaraNews, okt 2015).

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co