Ingat ! Pengadaan Kapal dan Dana UP, Sebelum 2018 Kejari Konawe Akan Tuntaskan

Ketgam : Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha Saiful Bahri Siregar saat menerima massa aksi yang di dampingi oleh pihak kepolisian di depan kantor Kejaksaan Kamis, (07/12/2017). /Foto : Januddin Kalosara News
Ketgam : Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha Saiful Bahri Siregar saat menerima massa aksi yang di dampingi oleh pihak kepolisian di depan kantor Kejaksaan Kamis, (07/12/2017). /Foto : Januddin Kalosara News

KABUPATEN KONAWE-SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha Saiful Bahri Siregar kembali berjani akan menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di Dinas Perikanan dan Kelautan Konawe serta dana Uang Persediaan (UP) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.

Ketgam : Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha Saiful Bahri Siregar saat menerima massa aksi yang di dampingi oleh pihak kepolisian di depan kantor Kejaksaan Kamis, (07/12/2017). /Foto : Januddin Kalosara News
Ketgam : Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha Saiful Bahri Siregar saat menerima massa aksi yang di dampingi oleh pihak kepolisian di depan kantor Kejaksaan Kamis, (07/12/2017). /Foto : Januddin Kalosara News

 

 “Masalah tindak pidana korupsi yang terjadi Dinas Perikanan yakni pengadaan Kapal, dan Dinas Pendidikan masalah Dana UP (Uang persediaan) kami akan menuntaskannya sebelum tahun 2018,” ungkap Saiful Bahri Siregar saat menerima massa aksi dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi Kamis, (07/12/2017) di depan kantor Kejaksaan Konawe.

Kepala Kejaksaan Negeri Konawe (Kejari) Saiful Bahri Siregar mengatakan, bahwa Kejaksaan Negeri Konawe tetap berkomitmen melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten konawe.

Sebelum Saiful Bahri Siregar mengakhiri sambutannya dihadapan massa aksi, ia menyampaikan pada hari Kamis lalu, pihaknya  juga  telah menahan empat orang tersangka tindak pidana korupsi yang tidak di publikasi oleh media karena kejadian penangkapannya malam hari.

Sebelumnya massa aksi yang dipimpin oleh Ilham Killing di depan kantor Bupati Konawe dalam orasinya menyampaikan, banyak kasus korupsi yang belum di tuntaskan oleh aparat  penegakan hukum baik itu Kejaksaan Konawe maupun Polres Konawe, seperti Uang Persediaan (UP) Dinas Pendidikan yang menjadi temuan BPK diduga telah merugikan Keuangan Negara 2,3 Milyar dan dana pemeliharaan rutin/berkala kantor untuk sekolah-sekolah serta kasus pengadaan kapal di Dinas Perikanan yang telah lama ditangani oleh Kejaksaan.

Bukan hanya itu, Ilham Kiling juga menyinggung proses penyelesaian kasus dugaan korupsi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Konawe yang di tangani oleh Polres Konawe yang hingga kini belum diketahui penyelesainnya

“Saya juga mempertanyakan kasus dugaan korupsi Kadis Sosil Konawe yang kini ditangani oleh Polres Konawe, karena saya baca di media akan ada tersangka baru soal dugaan korupsi tersebut, namun hingga saat ini kami sudah tidak tahu penyelesaiannya.” teriak Ilham Kiling yang juga kordinator massa aksi.

Usai melakukan orasi serta membakar ban di depan kantor Bupati Konawe, massa aksi kembali melanjutkan orasi di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe serta mengakhiri orasi mereka di kantor Kejaksaan Konawe.

 

Reporter : Januddin

Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang