Investasi Asing, Solusi atau Ancaman Ekonomi?

Hamlia Ummu Aqil
Hamlia Ummu Aqil

Oleh: Hamlia Ummu Aqil (Pemerhati Kebijakan Publik)


 

Indonesia sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar dunia, memiliki sumber daya alam sangat melimpah. Potensi sumber daya alam demikian itu, menyebabkan banyak negara asing berbondong-bondong masuk untuk berinvestasi ke Indonesia. Misalnya, Investor asal Korea Selatan (Korsel) yang bergerak dibidang industri kemaritiman dan perikanan dikabarkan tertarik untuk berinvestasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengatakan calon investor dari Korsel berkunjung di Kota Baubau untuk menawarkan investasi. Ia menilai tawaran tersebut merupakan peluang yang baik untuk daerah itu dalam membangun industri perikanan dan kemaritiman (Antaranews.com 31/10/2020).

 

Fakta Kehadiran Investasi Asing Di Negeri-Negeri Muslim dengan Studi Kasus Indonesia

Banyak kalangan berpendapat bahwa kehadiran investasi asing di sebuah negara berkembang atau negara miskin merupakan berkah atau manfaat yang bisa diambil. Sebagaimana yang pernah diungkap Arif Budimanta, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional, Pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, meningkatkan devisa negara Indonesia dan untuk menciptakan lapangan kerja. Ini adalah salah satu pendapat diantara sekian pendapat yang menyambut positif kehadiran investasi asing di Indonesia. Begitu juga pendapat yang sama dari beberapa kepala negara muslim di dunia yang menerima kedatangan investasi asing mengeruk kekayaan alamnya.

 

Benarkah fakta kehadiran investasi asing membawa berkah bagi negeri-negeri muslim dengan mengambil contoh negara Indonesia? Apabila mencermati kehadiran investasi asing di Indonesia dengan mengkaitkan kondisi ekonomi nasional maka faktanya adalah:

BACA JUGA :   PK IMM IAIN Kendari Adakan Dialog Publik Soal Kerusakan Lingkungan