Investasi China di Buton, Akankah Mendatangkan Kemaslahatan Rakyat?

Siti Komariah
Siti Komariah

Oleh: Siti Komariah (Pemerhati Masalah Publik)


 

Kemajuan daerah tak hanya ditopang tersedianya infrastruktur memadai. Sebuah daerah akan terus bergerak dinamis dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam. Kabupaten Buton punya kekayaan alam melimpah. Bukan hanya kandungan aspal dan potensi kelautan dan perikanan. Kabupaten yang dinakhodai Bupati La Bakry itu kaya akan kandungan mineral nikel dan mangan.

 

Bupati Buton La Bakry (dua dari kanan) saat rapat virtual bersama Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Bea Cukai dan calon investor asal Cina. Kecamatan Kapontori akan didesain manjadi kawasan industrial park.

 

Pengelolaan mineral yang ada dalam perut bumi Buton butuh sentuhan tangan investor. Pemkab Buton dalam kendali Bupati La Bakry membentangkan “karpet merah” akan hadirnya investor. Diyakini kolaborasi Pemkab Buton dan investor akan membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

 

Untuk memuluskan pengembangan dua objek tambang itu (nikel dan mangan), pemerintah sudah merancang kawasan industri atau industrial park. Lokasinya di Kecamatan Kapontori. Di sana sumber daya alam itu bersemayam dalam perut bumi. Pengembangannya akan dimulai dengan pembangunan pabrik baterai lithium.

BACA JUGA :   Narkoba Menggurita di Kota Bertakwa

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co