Islam Menjaga Kemuliaan Wanita


Oleh: Hasrianti

(Mahasiswi UHO)

Wanita itu layaknya bunga, mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik hati, dan dengan kasih sayang (Ali bin AbiThalib). Kata bijak tersebut cukup menggambarkan bagaimana kedudukan wanita yang harus diberi perlakuan khusus.

Wanita adalah makhluk yang seringkali diidentikkan dengan kelembutan, ia seringkali menempatkan perasaan dalam hal apapun. Namun percayalah bahwa jauh di dalam lubuk hatinya, ia adalah pribadi tegar yang enggan menampakkan kesedihannya begitu saja. Ironi saat ini keberadaan wanita cukup memilukan julukan ‘mutiara yang mahal’ kini mulai pudar. Berbagai polemik kehidupan hari ini telah menempatkan wanita seringkali  menjadi korban utama.

Kasus Memilukan menjerat wanita

Polisi menangkap seorang ibu rumah tangga berisial IMS (33), karena diduga telah terlibat perdagangan perempuan di Hotel D’arcici, Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara. “Setelah mendapatkan informasi perdagangan orang, anggota kami melakukan lidik terhadap seorang wanita yang diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang dengan menarik keuntungan dari perbuatan cabul,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKP Faruk Rozi (www.kompas.com 5/6).

Disamping itu tingkat pelecehan seksual  terus mengalami peningkatan setiap tahun. Tahun 2018 menjadi tahun terburuk bagi kekerasan seksual, publik disuguhi rangkaian kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Mirisnya, kasus-kasus ini tak cukup membangkitkan gerakan perlawanan masif. Korban bahkan terpaksa dua kali menanggung kemalangan menjadi korban kejahatan seksual sekaligus korban kriminalisasi dan diskriminasi (www.tirto.id.com).

Sejak dibentuk pada Oktober 1998, Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) telah berupaya keras menangani dan mencegah beragam kasus kekerasan terhadap perempuan. Namun dalam kurun waktu 19 tahun sejak lembaga negara ini dibentuk, kasus kekerasan terhadap perempuan masih tinggi dan memprihatinkan (www.voaindonesia.com 9/2).

BACA JUGA :   Polres Konawe Ungkap Sejumlah Kejahatan Wilayah Hukum Konawe - Konut

Jakarta, CNN Indonesia- Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah lokalisasi paling banyak di dunia. Bahkan, total ada 40 ribu pekerja seks komersial menghuni lokalisasi-lokalisasi tersebut. Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos Sonny Manalu mengatakan sejak tahun 2013, telah berdiri 168 lokalisasi di 24 provinsi dan 76 kabupaten/kota. Data tersebut dihimpun dari dinas sosial seluruh provinsi dan berbagai sumber (19/4).
Butuh Peran Pemerintah

Pemerintah memiliki tanggungjawab besar  dalam upaya menjaga dan melindungikemuliaan  wanita. Maraknya kasus-kasus yang terjadi, seharusnya menjadi  alaram bagi pemerintah untuk lebih ekstramemperhatikan keamanan rakyat.

Kemuliaan wanita tidak terjaga akibat tekanan dari beban kehidupan yakni kemiskinan. Kemiskinan menjadi momok yang menakutkan, alih-alih memunculkan berbagai ide yang dinilai mampu mengatasi kemiskinan. Pada faktanya ide-ide tersebut tidak terlepas dari biang kapitalisme yang menjadikan wanita sebagai bahan eksploitasi yang bisa mendatangkan pundi-pundi  rupiah.

Program pemerintah berupa pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan kampanye dua anak cukup selalu digaungkan untuk mengatasi permasalahan kaum wanita saat ini. Nyatanya program tersebut tidak menjadi solusi yang tuntas, justru malah semakin menempatkan wanita mengabaikan kemuliaannya.Semua tawaran program tersebut telah bergulir di tengah masyarakat, bak madu yang disukai semua orang janji manis berbagai program ini pun selalu dinanti.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co