Islam Solusi Jitu Jaga Stabilitas Pangan di Masa Pandemi

#Siti Eva Rohana, S.Si
#Siti Eva Rohana, S.Si

Oleh : Siti Eva Rohana, S.Si (Relawan Media)


Krisis pangan disejumlah daerah menjadi ancaman bagi masyarakat akibat wabah corona yang melanda dunia. Aktivitas para petani yang terbatas  mengakibatkan suplai pasokan kebutuhan pangan menurun. Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk mengimpor bahan makanan guna menekan terjadinya krisis pangan di Indonesia.

Beberapa wilayah Indonesia memang diketahui masih memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dapat dijadikan sebagai sumber pemasok kebutuhan pangan dimasa pandemi . Kabupaten Konawe salah satunya, wilayah yang diketahui masih memilki luas sawah produktif sebesar 44.665 hektar yang tersebar di hampir semua wilayah Kecamatan. Dengan jumlah luasan tersebut, petani Konawe diperkirakan dapat menghasilkan beras sebanyak 200 ribu ton dalam sekali panen, dengan potensi yang dimiliki,  kabupaten Konawe dapat menjadi tumpuan pangan di Sultra dengan produksi beras terbesar dan juga penyuplai sayuran serta buah di beberapa daerah (Zona sultra.com). Hal tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten Konawe untuk menekan terjadinya krisis pangan selama masa pandemi yang tidak diketahui waktu berakhirnya.

Menjaga stabilitas pangan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kebutuhan pangan warganya, baik dalam kondisi normal atau dalam kondisi tidak normal yang berdampak pada krisis ekonomi karena wabah pandemi.

Kelalaian negara membangun ketahanan dan kedaulatan pangan dapat berimbas pada goncangan sistem penyediaan pangan. Terlebih saat ini pemerintah belum mampu memutus mata rantai penularan wabah corona yang menjadi penyebab krisis dalam segala bidang dan membuat masyarakat semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kesulitan ini akan memunculkan banyak masalah seperti kelaparan, gizi buruk hingga kriminalitas yang terus meningkat.

Untuk menuntaskan persoalan krisis pangan dibutuhkan solusi yang solutif, tidak hanya memastikan ketersediaan sumber daya alam sebagai pemasok kebutuhan pangan, pemerintah juga harus menjamin tersalurkannya pangan dengan baik pada setiap individu masyarakat.

Dalam sistem Islam, kebutuhan pangan menjadi prioritas Negara. Sumber daya alam seperti hasil tambang, pertanian, hasil laut, hutan, dsb  tidak diperbolehkan dimiliki oleh individu namun akan dikelola dengan baik oleh Negara untuk menjamin kebutuhan warganya. Pengelolaan yang baik dapat mewujudkan kedaulatan pangan sehingga Negara tidak lagi bergantung pada impor.

Negara akan memberlakukan kebijakan strategis dimasa wabah diantaranya  Menjaga kecukupan stok pangan, dengan meningkatkan produksi pangan dengan cara memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian oleh masyarakat yang tidak terkena wabah. Untuk ini, negara akan men-support dengan meyediakan kebutuhan modal dan teknologi yang diperlukan  seperti penggunaan drone, sensor, dsb sehingga ketersediaan lahan milik Negara dapat diproduktifkan dengan mudah untuk memenuhi cadangan pangan. Selain itu Negara akan menyiapkan sarana dan prasarana logistik yang memadai serta aparatur Negara yang memiliki kompetensi dan amanah  untuk mendistribusikan pangan ke seluruh daerah yang terkena wabah.

Sebagaimana yang dicontohkan Khalifah Umar bin Khaththab ketika menghadapi krisis beliau membangun pos-pos penyedia pangan di berbagai tempat, bahkan mengantarkan sendiri makanan ke setiap rumah.

Islam satu-satunya sistem  yang  mampu memberikan konsep secara matang dalam menjaga stabilitas pangan dimasa pandemi sehingga terbukti mampu mengatasi krisis secara cepat dengan dampak yang seminim mungkin.

Wallahu a’lam bishawab


error: Hak Cipta dalam Undang-undang