Islam Tuntas, New Normal Amblas

Liya
Liya

Oleh: Juliana Ummu Maryam (Aktivis Muslimah)


Sejak covid-19 muncul di Wuhan pada awal Januari 2020, berakibat pada melonjaknya korban yang meninggal akibat virus. Kasus ini menyebar hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.  Sejak ke Indonesia, berbagai upaya dan usaha terus dilakukan dalam penanggulangan dan pencegahan pandemi ini agar tidak menyebar lebih luas lagi. Namun ternyata usaha yang dilakukan oleh pemerintah tidak membuahkan hasil maksimal. Hal ini terjadi karena tidak adanya keseriusan pemerintah dalam mengurusi masalah pandemi. Sehingga hampir seluruh sektor terkena dampaknya, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, dan perekonomian.

 

Dari sektor-sektor tersebut, sektor ekonomilah yang sangat berimbas. Bagaimana tidak? Banyak perusahaan industri dan para pengusaha—baik besar mau pun UMKM—mulai mengurangi jumlah karyawannya dengan merumahkan hingga melakukan PHK massal. Namun karena kebijakan lockdown yang tidak serius dilakukan oleh pemerintah, ditambah lagi kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan masalah lain yang ditimbulkan, membuat pemerintah membuat keputusan baru dengan diberlakukannya “New Normal”.

 

Alasan diberlakukannya new normal disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono Moegiarso dalam diskusi online Pactor Connet. Dia mengatakan bahwa new normal perlu diberlakukan karena melihat angka indikator ekonomi Indonesia yang sudah parah.  Ia melihat indikator itu dari para pekerja di Indonesia yang jumlahnya mencapai 55-70 juta dan 137 juta di antaranya adalah perkerja internal. Para pekerja itulah yang paling terkena dampak pandemi. (finance.detik.com, 03/06/2020).

 

Dengan situasi dan kondisi seperti yang dipaparkan oleh Sesmenko, maka pemerintah menetapkan kebijakan new normal dengan tetap mematuhi protolol kesehatan. Namun karena ketidakseriusan pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan dan juga kurangnya edukasi pada masyarakat, banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.  Akibatnya, new normal bukan menyelesaikan, malah menambah masalah, angka kematian terus bertambah.

BACA JUGA :   TPA Sampah di Konawe Diresmikan, Anggarannya Capai 14 Milyar

 

Melihat solusi new normal yang tidak memecahkan masalah, pemerintah mencoba untuk menambalnya dengan solusi lain, yakni dengan melakukan razia masker. Dengan adanya razia masker, pemerintah berharap bisa ini memunculkan kesadaran masyarakat akan bahayanya covid-19 ini.

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co