Jangan Takut Mengangkat Sejarah Kegemilangan Islam

Srilestina
Srilestina

Oleh: Srilestina (pemerhati umat)


 

(Sebuah pemikiran banding menyorot persekusi buku Muhammad Al-Fatih karya Felix Siaw)

 

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung Muhammad Soleh mengeluarkan instruksi kepada siswa SMA/SMK di Bangka Belitung pada tanggal 30 September 2020, untuk membaca buku “Muhammad Al Fatih 1453”, yang ditulis oleh Felix Siaw, seorang Muslim Mualaf etnis Tionghoa berkebangsaan Indonesia, yang sudah “ngetop” dan dikenal aktif dalam mendakwahkan Islam. Tujuan instruksi tersebut adalah untuk membangkitkan minat baca siswa.

Namun, setelah sempat sehari viral di media sosial dan menuai kontroversi yang sebenarnya tidak perlu,  instruksi pembatalan pun dikeluarkan hanya 2 hari setelahnya, hanya karena alasan yang terlalu subyektif bahwa buku tersebut merupakan propaganda ideologi transnasional, yaitu ideologi Islam. Apakah ideologi Islam begitu menakutkan?

Buku Muhamad Al-Fatih sendiri bila dilihat secara objektif, memberikan gambaran tentang seorang sultan penguasa Kekhilafahan Utsmani yang bergelar Muhammad  al-Fatih (Muhammad sang Penakluk), putra dari sultan Murad II, Raja ke enam dari Daulah Utsmaniyah. Bagaimana beliau melalui pendidikan dan pembinaan untuk dipersiapkan menjadi seorang pemimpin yang unggul dan bagaimana kiprah kepemimpinan dan keksatriaan beliau yang legendaris karena penaklukan beliau pada kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

Dari kecil sampai menjadi seorang penakluk yang tidak terkalahkan di masanya. Bahkan, semangat juang, keikhlasan, kesungguhan dan kegigihannya menjadi kisah heroisme abadi yang paling digemari dan layak menjadi inspirasi.

 

BACA JUGA :   Kemenangan Biden: Angin Segar Bagi Islam Dan Muslim?

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co