,

Jarah Uang Rp 40 Juta, Darius dan Safrianto Diamankan Polisi

Ketgam : Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Diki Kurniawan saat menunjukan beberapa alat bukti.
Ketgam : Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Diki Kurniawan saat menunjukan beberapa alat bukti.

KALOSARA NEWS : Kepolisian Resor Kota Kendari meringkus pelaku kejahatan pencurian brangkas bimbingan belajar primagama yang beralamat di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Diki Kurniawan menjelaskan, pencurian brangkas tersebut terjadi pada hari Minggu, 25 Februari 2019 lalu sekitar pukul 19 :00 wita malam Rp 48 juta raib. Pelaku bernama Safrianto alias Rian (21 tahun) yang merupakan adik kandung Darius (28 thn) Office Boy (OB) di kantor bimbingan belajar primagama tersebut.

Sebelum masuk melakukan aksinya, kata AKP Diki Kurniawan.  Rian sempat izin pada kakaknya (Darius), ” jadi kakanya ini tau bahwa adiknya ini mau masuk di primagama,”katanya.

Berdasarkan hasil CCTV, AKP Diki mengungkapkan, kemudian pihaknya melakukan identifikasi baik postur maupun pakaian yang digunakan. Kemudian, ada salah satu orang yang ia curigai dalam hal ini karyawan dari lembaga primagama tersebut sebagai.

Lanjut Diki, OB diamankan di jalan Bunga Palem Kelurahan Watu – Watu. Hasil periksaan ternyata pegawai tersebut bukan pelaku yang melakukan pencurian.

“Berdasarkan hasil keterangan dilapangan rupanya OB memiliki adik kandung yang diduga  telah membagi bagikan uang dan meminjamkan uang kepada teman-temanya. Setelah itu kami melakukan pencarian dan penangkapan adik kandung OB ini,” tambahnya Kamis,28/2/2019).

Setelah dilakukan penangkapan. Tambah Diki, terbukti bahwa dialah Safrianto alias Rian  adik kandung OB  lah yang melakukan. Dia adalah eksekutor pertama yang masuk membobol brangkas dari bimbingan belajar primagama.

“Jauh hari sebelum kejadian, karena dia tau bahwa kakaknya adalah OB yang memegang kunci, akhirnya tanpa sepengetahuan kakaknya kunci itu lalu di duplikat. Dari hasil pencurian Darius ini menerima uang dari hasil pencurian Rp 5 Juta,” tambahnya.

BACA JUGA :   Sawal Sarifuddin: Kemajuan Kecamatan Aere Tak Lepas dari Visi-Misi Bupati Koltim

Diki menerangkan, dalam penangkapan tidak ada perlawanan, kebetulan yang bersangkutan dalam keadaan mabuk. Sementara uang  yang ia sita dari tangan kedua pelaku tinggal Rp 7.136.000 juta itupun sudah termasuk sisa yang dipegang oleh kakaknya.

“Barang – barang yang diambil tas laptop beserta isinya, kemudian uang.namun yang dibawah pulang oleh pelaku hanya uang sedangkan barang lainnya ditinggal di sekitaran TKP,” tutupnya.

Untuk mempertanggungjawbkan perbuatan mereka, Untuk Darius kena pasal 480 KUHP dengan  ancaman hukuman penjara empat tahun karena ikut menerima. Sedangkan pelaku (Safrianto) dikenakan pasal 363 ayat (1) KUHP pidana penjara paling lama lima tahun.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co