Ragam  

Jembatan Gantung Serka Darwis Diresmikan Bupati Kolut dan Damkorem 143/HO

KABUPATEN KOLAKA UTARA –  SULAWESI   TENGGARA

KALOSARA NEWS :  Komandan Korem 143/ Haluoleo  Kendari,   Kolonel ARM Dedi Nurhadiman, S.I.P. dan Bupati Kolaka Utara ( Kolut ) Drs H, Nur Rahman Umar MH,  meresmikan jembatan Gantung  Serka Darwis  di Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara.

Jembatan gantung yang di beri nama Serka Darwis degan kemapuan beban sekitar 80 ton dengan panjang 76 meter  serta lebar 1,60 cm ini untuk melancarkan akses transortasi bagi masyarakaat yang terisolir di dusun 4 desa  Maroko.

Bupati Kolut, H.Nur Rahman Umar,  mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini TNI untuk membangun jembatan gantung di Desa Tinukari.

H.Nur Rahman Umar menilai, adanya jembatan tersebut bisa memudahkan masyarakat setempat untuk menjual hasil bumi.

” Dua Kecamatan yakni Kecamatan Rante angin dan Kecamatan Wawo,  dapat memanfaat jembatan ini untuk membawa hasil perkebunan mereka terutama kakao untuk dijual diluar kecamatan. Pemerintah daerah akan memprogramkan revitalisasi kakao ditahun ini, jembatan ini agar di gunakan warga membawa pupuk dan bibit kakao untuk mendukung program pemerintah dalam hal peremajaan kakao ” ungkapnya Jumat,(05/01/2018).

Selain itu, Nur Rahman juga memperingatkan kepada warga yang di dua desa untuk tidak membuka lahan atau merambah hutan lindung, karena adanya akses transpotasi yaitu jembatan gantung ini, bukan berarti adanya fasilitas jembatan gantung ini merupakan tanda untuk memberikan izin  masyarakat  merambah kawasan hutan lindung.

“Jangan di tambah lagi, cukup sampai di sini, karena bila di tambah lahan perkebunan dan masuk dalam kawasan hutan lindung, resikonya adalah berbicara hukum, karena kita tahu bila mana hutan kita gundul maka air akan mengancam di daerah ini, itu perna terjadi di daerah ini dan menelan korban meninggal terbawa arus, makanya kita harus menjaga hutan kita ini.”  Harapnya 

Mantan Kadis Pertambangan ini berharap,   mudahmudahan adanya pembangunan jembatan gantung ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di sektor perkebunan dan anak – anak sekolah untuk jalan di atas jembatan ini, dan tidak lagi bergantungan di atas tali sleng yang sangat membahayakan bagi anak itu dan orang tua.

 

Ketgam : Komandan Korem 143/Haluoleo Kendari, Kolonel ARM Dedi Nurhadiman, S.I.P saat menyampaikan sambutan pada peresmian jembatan gantung yang diberi nama Serka Darwis/Foto : Bahar Kalosara News

 

“Kami dari pemerintah daerah sangat berterima kasih, seperti  ibaratnya dapat reziki runtuh ini, dan tidak tertutup kemungkinan kedepan nantinya jembatan ini menjadi jembatan permanen, insya Allah ” janjinya 

Sementara, komandan Korem 143 Haluoleo, Kolonel ARM Dedi Nurhadiman S.I.P.    mengatakan  sangat mengapresiasi dalam pembangunan jembatan gantung  dan  yang ikut terlibat di dalamnya.

“Jembatan gantung ini kita beri nama jembatan Darwis, supaya  memiliki arti tersendiri bagi masyarakat dua desa ini, supaya mengenang warga menyebrang menggunakan Gondola atau tali sleng  ke  dusun 4 Desa Maroko  yang di lakukan oleh anggota kami Serka Darwis yang begitu viral di media sosial sampai ketingkat nasional. ” Ungkapnya Kepada  Kalosara News.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan   jembatan gantung ini tidak terlepas dari dukungan  pemerintah daerah Kabupaten Kolaka utara dan partisifasi aktif masyarakat yang ikut andil dalam pembangunan terutama pihak TNI.

“Anggaran di gunakan pembangunan jembatan gantung ini ada dari pihak pemerhati masyarakat, yayasan, Pemda, Pengusaha, rekanan yang lain, Dandim, dan masyarakat, waktu penyelesaian jembatan ini sekitar kurang lebih dua bulan, dan Serka Darwis sebagai inisiator terciptanya kebersamaan kemenunggalan dengan jembatan ini. ” ungkapnya

Karena itu, Dedi Nurhadiman berharap  adanya jembatan gantung ini, tentunya tingkat kehidupan masyarakat serta trasportasi bagi warga dalam  akses ke keperkebunan dan bagi anak – anak akses ke sekolah, dan tidak lagi menggunakan Gondola yang viral itu.

Reporter  : Bahar

 

error: Hak Cipta dalam Undang-undang