Kadis Pendidikan Konawe Beri Harapan Baru Apri Bocah Warga Desa Hudoa

KABUPATEN KONAWE – KALOSARA NEWS.COM : Dihari pertama masuk sekolah (17/07/2017) Apri hanya berdiam diri dirumah. Pagi-pagi ia hanya menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Tidak seperti anak seusianya yang sibuk menyiapkan diri ke sekolah. Kondisi tersebut begitu miris, mengingat hari ini seharusnya adalah hari pertama bagi Apri mengenal bangku sekolah dasar.

Keterbatasan ekonomi membuat Apri, warga Desa Hudoa Kecamatan Konawe nyaris tak bisa bersekolah. Keluarga bocah berusia tujuh tahun tak mampu membeli seragam dan perlengkapan sekolah lainnya.

 

Ketgam: Kepala Diknas Konawe, Jumrin Pagala saat membawa Apri membeli seragam dan keperluan sekolah

Saat harapan itu nyaris pupus, keajaiban pun tiba. Tak disangka-sangka, Apri kemudian dipertemukan sosok penting dalam dunia pendidikan di Konawe. Dia adalah Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Jumrim Pagala.

Saat Jumrin melakukan pemantauan di sejumlah wilayah di hari pertama masuk sekolah, ia menemukan kabar, bahwa ada anak yang tak bisa bersekolah dihari pertama tahun ajaran baru 2017.

Ia pun terkejut setelah mengetahui jika alasannya adalah kekurangmampuan keluarga membeli seragam dan perlengkapan sekolah. Ia pun langsung bergegas menuju rumah Apri dan tiba sekitar pukul 10.00 Wita.

Saat berkunjung, Jumrin mendapati kesan miris dari kehidupan keluarga Apri. Ia pun berdialog dengan ibu Apri yang kebetulan berada di rumahnya, yang berlantai papan dan beratap rumbia tersebut. Usai berdialog, Jumrin kemudian membawa Apri bersama rombongan Diknas.

Ternyata, Apri langsung dibawa ke toko perlengkapan sekolah. Di sana ia dibelikan seragam dan keperluan sekolah lainnya, serta diberikan uang saku. Jumrin pun menasehati Apri bahwa dirinya mesti bersekolah. “Kamu harus sekolah. Rajin belajar biar juara dan bisa menjadi orang sukses yang membahagiakan orang tua nantinya,” nasihatnya.

Selain berjumpa dengan Apri dan keluarganya, ada banyak hal lainnya yang dijumpai Jumrin. Di hari pertama sekolah tersebut ia mendapati sekolah yang belum aktif dalam proses pembelajaran. Bahkan cenderung memulangkan siswanya lebih cepat. Ia juga memeriksa fisik gedung dan fasilitas belajar sekolah yang ia kunjungi.

“Hari ini kita lakukan pemantauan. Semua berjalan lancar. Saya juga banyak memeriksa fasilitas belajar untuk kemudian kita lihat apa-apa yang menjadi kekurangan biar kita lengkapi nantinya,” pungkasnya. (***)

error: Hak Cipta dalam Undang-undang