Kapitalisme Penumbuh Subur Kesenjangan Ekonomi

Oleh : Lia Amalia

(Anggota SWI Community Kolaka)

OPINI : Kepala perwakilan BKKBN provinsi Sultra, Dr.Mustakim, Msi “isu-isu terkait masalah kependudukan di antaranya masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi”. BKKBN hanya menyampaikan dan mendorong pemerintah daerah dan masyarakat, agar bersama-sama mencari solusi keluar dari masalah tersebut, sehingga kesejahteraan dan kualitas penduduk cepat terwujud. Dengan demikian, pemahaman masyarakat terhadap program pengendalian penduduk semakin luas. (Rakyat Sultra/Metropolis/30 oktober 2018).

Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dikti) pada Januari lalu mengatakan, kemajuan teknologi suatu Negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi yang membantu suatu negara mencapai kemajuan teknologi melalui adaptasi dan inovasi. Oleh karena itu, peranan pendidikan tinggi di Indonesia adalah kunci dan sangat vital dalam menentukan kemampuan bangsa Indonesia untuk terus mencapai kemajuan dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. (Kumparan/10 April 2018).

Kemudian di sisi  Ekonomi Indonesia menduduki peringkat ke-36 dalamhaldayasaing ekonomi menurut rilis World Economic Forum (WEF) tahun 2017. Kendati naik 5 tingkat dari posisi sebelumnya, WEF menyoroti lambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat tingkat korupsi yang tinggi.“Faktor yang paling bermasalah dalam berbisnis di Indonesia adalah tingkat korupsi yang tinggi mencapai 13.8,” jelas WEF dalam keterangan resminya seperti dikutip Kiblat.net, Senin (02/10).

Kapitalisme, Akar Masalahnya

Dari data yang ada membuktikan bahwa Indonesia sangat lemah pada bidang ekonomi dan pendidikan. Dimana kedua bidang ini merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.

Pendidikan yang berhasil akan menciptakan generasi yang berkualitas yang mampu menangani atau menjalankan tugas Negara salah satunya dibidang ekonomi. Kenapa? Karena orang-orang yang cerdas, yang memiliki kemampuan dapat menjalankan secara baik tugas dan tanggungjawab yang diberikan sesuai dengan keyakinan yang ada dalam dirinya.

BACA JUGA :   Konsep Persaudaraan Madani Telah Ada di Konawe 500 Tahun Lalu

Selain itu, kejujuran sangat dibutuhkan dalam mewujudkannya, karena memiliki jiwa yang suci dan bersih. Sebab ketika berbicara perekonomian maka akan menyangkut pada hajat hidup orang banyak (masyarakat).

Akan tetapi, ditengah masifnya pengaruh sistem kapitalis-sekuler membuat masyarakat justru terlilit dalam system perekonomian yang ada. Sehingga membuat berbagai macam problem bermunculan di masyarakat.

Kapitalis-sekuler membuktikan betapa bobrokaturannya, salah satu contohnya kita bisa melihat dunia pendidikan, yang setiap tahun justru mengalami krisis moral di kalangan remaja karena terpapar oleh virus liberalisme, remaja yang harusnya menjadi “Agen of change”, kini perlahan mulai memudar faktor tak bisa lepasnya dari jerat pergaulan bebas,miras, dan bahkan narkoba yang berujung pada tindakan anarkis.

Selain itu, contoh lain daridunia kesehatan, masyarakat yang bisa hidup sehat hanyalah mereka yang punya uang banyak, sedangkan masyarakat dengan pendapatan kebawah hanya bisa mengandalkan bantuan pemerintah, itupun jaminan kesehatan tidak 100% gratis, hanya ada beberapa penyakit yang bisa di gratiskan pengobatannya jika penyakitnya adalah penyakit berat maka pemerintah akan lepas tangan.

Kemudian juga masalah Ekonomi, di Indonesia sendiri pun mengalami pelemahan nilai tukar dollar selain itu ditambah dengan ramainya para anggota pemerintahan yang melakukan korupsi semakin memperburuk perekonomian di Indonesia yang berdampak pada seluruh wilayah dan lapisan masyarakat yang ada.

Semua ini menjadi permasalahan kompleks baik dilingkup keluarga, masyarakat dan bahkan negara. Problem ini saling berkaitan satu sama lain, sehingga memang butuh penanganan yang serius. Dan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan solusi cemerlang sesuai firah manusia agar mampu menangani masalah yang ada sekarang ini.

Islam Punya Solusi

Allah telah menyusun landasan pendidikan yang jelas bagi seluruh manusia melalui syariat Islam. Allah menciptakan alam semesta dengan tujuan yang jelas. Dia menciptakan manusia dengan tujuan untuk menjadi khalifah dimuka bumi melalui ketaatan kepada-Nya. Untuk mewujudkan tujuan itu, Allah memberikan hidayah serta berbagai fasilitas lainnya pada manusia.

BACA JUGA :   Di Sulsel, Sektor Pertanian Merupakan Program Prioritas 

Jika tugas manusia dalam kehidupan ini demikian penting, pendidikan harus memiliki tujuan yang sama dengan tujuan penciptaan manusia. Tujuan pendidikan Islam adalah merealisasikan penghambaan kepada Allah dalam kehidupan manusia, baik secara individual maupun secara sosial.

Realisasi tujuan pendidikan melalui ibadah tidak diartikan sebagai upaya manusia yang hanya berfokus pada aspek ritual saja seperti shalat, membaca al-Qur`an dan lain-lain. Untuk menyempurnakan ibadah dimaknai sebagai ketaatan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Namun demikian system pendidikan Islam saat ini banyak ditinggalkan oleh umat manusia, karena beranggapan pendidikan Islam tidak menyentuh seluruh aspek kehidupan, sehingga sistem yang digunakan lebih berorientasi pada sistem pendidikan yang berasal dari dunia barat, padahal itu adalah sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan.

Bahkan sistem pendidikan Islam jika dibandingkan dengan sistem pendidikan lain memiliki banyak keunggulan, misalnya sosok Ibnu Sina yang terkenal sebagai bapak kedokteran sekaligus seorang hafidz dan menguasai ilmu falsafah dan hadist pula.

Begitu dengan kesehatan, Islam menaruh perhatian yang besar terhadap dunia kesehatan. Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja, beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. Ajaran islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang.

Allah SWT berfirman, “wahai sekalian manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa yang baik-baik yang Kami rezekikan kepadamu.” (Q.S.Al-Baqarah: 168).

Tak hanya itu dalam kegiatan perekonomian manusia juga diatur dalam Islam dengan prinsip illahiyah. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan milik manusia, melainkan hanya  anugerah dari Allah swt agar dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya kelak akan dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA :   Tasman Taewa Resmi Serahkan Jabatan Kepada Bupati Konawe Terpilih

Krisis ekonomi yang sering terjadi ditengarai adalah ulah system ekonomi konvensional, yang mengedepankan system bunga sebagai instrument profitnya. Berbeda dengan apa yang ditawarkan sistem ekonomi syariah, dengan instrument profitnya, yaitu sistem bagi hasil.

Alhasil, pendidikan dengan sistem Islam dan perekonomian Islam tidak mungkin bisa kita jumpai dalam sistem demokrasi anak dari kapitalisme  yang sekarang di terapkan oleh Indonesia, dimana yang memiliki modal dialah yang membuat aturan padahal manusia itu punya fitrah yang tidak bisa lepas dari aturan sang Khaliq Sudah sangat jelas bahwa Islamlah yang layak untuk kita terapkan agar semua permasalahan bisadiatasi dengan tuntas dan adil. Dan hanya sistem Islam yang bisa menerapkan peratuaran Islam secara Kaffah. Wallahu a’lam. (**)

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co