Kebangkitan Khilafah, Ancaman Nyata Bagi Sekulerisme

#Waode Rachmawati,
#Waode Rachmawati,

Oleh : Waode Rachmawati, S.Pd.,M.Pd (Aktivis Dakwah Muslimah Kendari)


Geliat dakwah syariah dan khilafah beberapa tahun terakhir ini telah membangunkan kaum muslimin dari tidur panjangnya yang berselimut sekulerisme. Hal ini ditandai dengan semakin menggeloranya keinginan umat diberbagai negara untuk menerapakan kembali
syariat islam dalam bingkai daulah khilafah. Tak ayal keinginan ini pun selalu dihalang- halangi oleh penganut sekulerisme. Berbagai upaya terus mereka gencarkan untuk memadamkan dakwah syariat dan khilafah serta kerinduan umat terhadap penerapan syariat
islam.

Keinginan membangkitkan kembali khilafah baru-baru ini datang dari Turki, akan tetapi keinginan ini menerima penolakan dari pihak sekuler Turki. Dilansir dari wartaekonomi.co.id (4/8/2020) partai berkuasa di Turki telah menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk
membangkitkan kembali kekhalifahan Islam, menyusul pembukaan kembali Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid. Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi
republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan pembaruan kekhalifahan.

Penolakan ini menjadi mutlak dilakukan bagi pendukung dan pengusung sistem sekulerisme. Sejak keruntuhan daulah Khilafah Utsmani 3 Maret 1924, Turki menjelma menjadi Republik sekuler dibawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk laknatullahsangat memusuhi dan anti terhadap syariat islam. Kemudian ketika ada kelompok maupun individu yang menginginkan syariat islam diterapkan kembali, maka penganut dan pendukung fanatis sekulerisme akan melakukan berbagai cara untuk mengahalanginya.

Penolakan atas seruan kebangkitan khilafah tidak terjadi baru-baru ini saja, telah banyak terjadi penolakan dari negeri kafir dan negeri kaum muslim yang notabene adalah antek negeri kafir itu sendiri, dengan memberi stigma negatif terhadap khilafah. Seolah
khilafah adalah sesuatu yang membahayakan apabila tegak di muka bumi ini. Padahal jika ingin menoleh ke belakang, sejarah telah mencatat bahwa penerapan sistem khilafah menjadikan kaum muslimin dan non muslim sekalipun hidup dalam kesejahteraan dan kegemilangan serta membawa negera islam menjadi Negara adidaya dan sangat ditakuti oleh Negara kafir. Berbanding terbalik dengan system kapitalisme sekulerisme yang diterapkan saat ini. Aturan yang lahir dari pemikiran dan hawa nafsu para penguasa dan kapitalis dengan mencampakkan aturan agama dari pengaturan kehidupan. Justru hanya mendatangkan kesejahteraan bagi mereka yang berkuasa dan bermodal, sedang rakyat semakin terjerumus dalam lembah penderitaan.

Dakwah terhadap penerapan khilafah awalnya dinilai sesuatu yang utopis oleh kaum sekulerisme. Sampai akhirnya seruan ini diterima dan diinginkan oleh kaum muslimin, kemudian dakwah khilafah berubah menjadi sebuah ancaman nyata bagi sistem sekulerisme. Bagaimana tidak, saat sistem khilafah diterapkan maka sistem sekulersisme beserta turunannya akan dihapuskan secara total. Tentunya kekuasaan dan penjajahan terhadap negeri kaum muslimin pun akan dilepaskan dari genggaman negara kafir imperialis.

Khilafah adalah syariat islam yang menjadi sebuah kewajiban bagi umat islam untuk menerapkannya. Hal ini sebagai wujud dari ketaatan kepada Alllah SWT dalam menerapkan seluruh aturan Nya yang multidimensi mulai dari pengaturan individu, bermasyarakat, sampai bernegara. Bagi mereka yang mau menggunakan hati nurani dalam menilai, dimana letak bahaya dan ancaman ketika khilafah diterapkan? Sudah saatnya kita kembali kepada aturan Allah SWT. Dialah yang menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan. Karena itu, hukum-Nyalah yang wajib diterapkan di atasnya. Dan demikianlah yang disebutkan secara tegas dalam al-Quran:

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik (QS al-An’am [6]: 57). Sekuat apa pun usaha dan sehebat apapun makar yang dibuat kaum kafir, mereka tidak akan mampu menghalangi tegaknya khilafah sebagaimana mereka tak akan mampu menghalangi terbitnya matahari. Dikarenakan, kembalinya kekhilafahan adalah janji Allah
SWT dan bisyarah Rasulullah Saw.  Wallahu ‘alam bisshowab.


error: Hak Cipta dalam Undang-undang