Kebebasan Berekspresi, Bolehkah Menghina Nabi?

#Mariana, S.Sos ,
#Mariana, S.Sos ,

Oleh : Mariana, S.Sos


Penghinaan kepada Islam kembali terjadi dan ini bukanlah kali pertama negara Prancis melakukan penghinaan kepada Rasulullah SAW. Prancis sebagai negara Demokrasi Sekuler sangat menjunjung Ide kebebasan termasuk kebebasan berekspresi dengan menghina Rasulullah melalui gambar karikatur.

 

Lebih Ironi lagi ketika kaum muslim malah dituduh sebagai agama yang menyebarkan aksi teror atau terorisme, tentu ini adalah pernyataan yang sangat menyakitkan dan melukai hati kaum muslim, maka wajar berbagai aksi protes terhadap Prancis dilakukan oleh kaum muslim bahkan hingga seruan boikot produk prancis.

Dilansir oleh wartakota.tribunnews.com, 30 Oktober 2020, Ini pernyataan Kontroversi Emmanuel Macron, Presiden Prancis Hina Agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Dalam pernyataannya Macron mendukung pencetakan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai kebebasan berekspresi selain itu Macron menyebut Islam sebagai teroris.

Sungguh apa yang di lakukan oleh Macron adalah upaya menyerang Islam dan kaum muslim, dan ini bukanlah kejadian awal Islam direndahkan, sayangnya penguasa muslim hanya berani mengecam tapi tidak berani mengangkat senjata untuk menghentikan aksi negara Prancis yang menghina Islam dan Rasulullah SAW. Padahal penguasa Islam punya kekuatan militer untuk dapat bergerak menghentikan ucapan dan tindakan yang menghina Islam dan Rasulnya.

Maka tidak heran penghinaan dan aksi merendahkan akan terus dilakukan oleh negara-negara kafir yang sangat membenci Islam dan kaum muslim sebab kaum muslim tidak memiliki kekuatan untuk dapat mencegahnya, penguasa kaum muslim pun hanya berani mengecam tanpa berani bertindak tegas kepada negara-negara penghina Islam dan Rasulullah.

Pemuda Islam justru lebih berani bertindak menghentikan penghina Rasulullah dibandingkan penguasa muslim, padahal bila dibandingkan dengan kekuatan tentu penguasa Muslim lebih bisa melakukannya.

BACA JUGA :   TP-PKK Kota Kendari Akhiri Program Supervisi

Karena itu kaum muslim hanya akan menjadi buih di lautan dan terus menjadi obyek yang direndahkan jika tidak segera bersatu dan memiliki kekuatan negara yang menyatukan dan tentu dengan aturan yang berasal dari warisan Rasulullah SAW.

Standar Ganda Demokrasi

Prancis akan berubah sikap jika menyangkut orang yahudi, siapapun yang meragukan Holocaust dituduh anti-Semitisme dan dipenjara bahkan majalah Charlie Hebdo mengeluarkan jurnalis dari pekerjaannya karena tuduhannya sebagai anti-Semitisme pada saat yang sama ketika kartun-kartun yang menghina Rasulullah SAW dipublikasikan pada tahun 2015, Prancis bahkan mendukungnya.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co