,

Kejahatan Seksual Anak Marak, Bukti Rapuhnya Keamanan Rakyat

Sartinah
Sartinah

Oleh : Sartinah (Relawan Media)


 

Pandemi Covid-19 masih menjadi momok di tengah masyarakat. Di tengah karut-marutnya upaya memutus penyebaran virus, bahaya lain turut memantik kekhawatiran banyak orang tua. Yakni kejahatan seksual, sebagaimana yang kini mengintai Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

 

Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2020 saja, kasus kejahatan seksual terhadap anak terus mengalami peningkatan. Sebagaimana disampaikan oleh Helpin, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial Republik Indonesia di Konsel. Menurutnya, selama tahun 2020, tindak kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Konsel berjumlah 32 kasus. (telisik.id, 26/12/2020)

 

Helpin pun menyebut, umumnya korban merupakan anak berusia antara lima sampai delapan belas tahun. Usia tersebut memang rawan menjadi korban kejahatan seksual. Menurutnya lagi, faktor yang memengaruhi terjadinya tindak kejahatan seksual adalah besarnya pengaruh digital dan kurangnya pengawasan orang tua.

 

Tingginya kasus kejahatan seksual pada anak tentu sangat memprihatinkan. Pasalnya, anak adalah aset berharga yang seharusnya dijaga, dilindungi, dan diberi keamanan oleh semua pihak. Baik keluarga, masyarakat, maupun negara. Sayangnya, kini semua tempat seolah tidak aman dan nyaman untuk anak-anak. Kejahatan terus mengintai sekaligus menjadi momok bagi para orang tua.

BACA JUGA :   Korupsi Pembangunan Kota Idaman, Kabupaten Gowa ke Tingkat Penyidikan

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co