Kekerasan Menghantui Perempuan dan Anak di Kendari, Butuh Solusi Holistik

Wulan Amalia Putri, S.S.T.
Wulan Amalia Putri, S.S.T.

Oleh: Wulan Amalia Putri, S.S.T. (Pemerhati Masalah Sosial)


Pertengahan tahun 2020, kasus kekerasan masih saja membayangi keseharian perempuan dan anak di Kendari. Hingga September 2020, tercatat ada 18 kasus kekerasan yang terjadi. Kabid Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Kendari, Fitriani Sinapoy menyampaikan “Dari 18 kasus yang ditangani terdiri dari 11 kasus kekerasan terhadap anak dan 7 kasus kekerasan terhadap perempuan. Keadaan ini sangat miris,” ujar Fitriani. (Kendari Pos, 24/9/2020)

Melihat data kasus, angka kejadian kekerasan perempuan dan anak saat ini menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 misalnya, terdapat 28 kasus dan pada tahun 2018 ada 49 kasus. Namun, tak menutup kemungkinan akan terjadi kasus baru apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 yang kompleks.

 

Kelompok Resiko Tinggi

Jumlah perempuan dan anak di Indonesia cukup banyak. Total jumlah penduduk Indonesia Semester I 2020, per tanggal 30 Juni sebesar 268.583.016 jiwa. Jumlah itu terdiri dari 135.821.768 penduduk laki-laki dan 132.761.248 penduduk perempuan. Menariknya, , dilansir dalam suara.com (28/9/2020), selama pandemi Covid-19, Indonesia mengalami lebih dari 400.000 kehamilan baru yang tak direncanakan dan kasus terhadap perempuan meningkat 75%.

Sementara itu, jumlah anak yang berusia 15-19 tahun adalah sejumlah 11.167,6 anak laki-laki dan 10.888,0 anak perempuan. Sehubungan dengan kekerasan, berdasarkan survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja pada tahun 2018 menunjukkan 1 dari 17 anak laki-laki pernah mengalami kekerasan seksual. Angka ini lebih tinggi pada anak perempuan, dimana 1 dari 11 anak pernah mengalami kekerasan seksual.

BACA JUGA :   Honor PPK dan PPS Laeya- Konsel Ludes Ditangan Maling, Aliudin Sebut Kepala Sekretariat PPK Laeya Telah Lalai

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co