Kekerasan Seksual Jadi Polemik, Butuh Solusi Sistemik

Lisa Aisyah Ashar
Lisa Aisyah Ashar

Oleh: Lisa Aisyah Ashar (Mahasiswa USN Kolaka)


Deretan panjang kasus kejahatan seksual pada anak di bawah umur menjadi potret suram sepanjang tahun 2020.

Dilansir dari TELISIK. – Sepanjang tahun 2020, kasus kejahatan seksual pada anak berulang kali terjadi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial Republik Indonesia di Konsel, Helpin menyampaikan, selama tahun 2020, kejahatan seksual pada anak di Konsel berjumlah 32 kasus.

Helpin mengungkapkan, korban merupakan anak berusia antara 5 sampai 18 tahun. Korban kebanyakan berasal dari kalangan usia TK, SD, SMP, dan juga SMA. Di usia itulah, mereka rawan menjadi korban kejahatan seksual.

Helpin menyebutkan, faktor yang mempengaruhi terjadinya kejahatan seksual pada anak adalah kurangnya pengawasan orang tua dan besarnya pengaruh digital.

“Ada karena faktor digital. Dalam sejumlah kasus yang terjadi, dipengaruhi oleh penggunaan media sosial, dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak dalam pergaulan,” sebutnya, Sabtu (26/12/2020).

Umumnya kejahatan seksual, tambah Helpin, dikarenakan pengaruh dari video asusila yang diakses oleh anak-anak sehingga terjadilah kejahatan seksual sesama anak-anak.

BACA JUGA :   Jelang Rapat Evaluasi Provinsi, Pemda Konsel Gelar Rapat MCP Korsupgah KPK

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co