Kekuasaan Asing Mencokol Ala Demokrasi, Papua Jadi Tumbal

Nurhidayah Humayrah
Nurhidayah Humayrah

Oleh : Nurhidayah Humayrah


Sebuah investigasi visual, menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan “secara sengaja” menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit, (www.bbc.com, 12/11/2020). Perusahaan Korea bernama Korindo tersebut merupakan salah satu perusahaan sawit dengan lahan terluas di daerah pedalaman Papua. Korindo ditengarai melanggar hukum dengan membakar hutan, namun mereka membantah tudingan tersebut.

Investigasi visual oleh Forensic Architecturen yang berbasis di Inggris menyelidiki hal itu. Dengan menggunakan petunjuk visual dari video udara yang diambil oleh Greenpeace Internasional pada 2013 serta sistem geolokasi, mereka menemukan kebakaran terjadi di Konsesi PT Dongin Prabhawa-anak perusahaan Korindo.

“Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Perkebunan di Indonesia, hal itu tidak dibenarkan. Tidak diperbolehkan atau melanggar dari hukum apabila ada perusahaan menggunakan api, karena menggunakan api adalah cara termurah bagi perusahaan untuk land clearin.

Masyarakat suku Malind, yang tinggal di pedalaman Papua, perlahan kehilangan hutan adat yang menjadi tempat mereka bernaung. Mereka sedih karena hutan adatnya di pedalaman Merauke kini telah menjadi perkebunan kelapa sawit, (news.detik.com, 14/11/2020).

Sementara, ketua marga Kinggo dari suku Mandobo, Petrus Kinggo, berkukuh mempertahankan hutan adatnya di Distrik Jair, Boven Digoel. Dia menolak hutan adatnya dijadikan kebun kelapa sawit. Dia mengatakan sagu yang jadi makanan pokok masyarakat Papua lambat laun tergusur kebun kelapa sawit. Hutan Papua merupakan salah satu hutan hujan yang tersisa di dunia dengan keanekargaman hayati tinggi. Lebih dari 60 persen keragaman hayati Indonesia, ada di Papua.

BACA JUGA :   DPRD Kota Kendari Gelar Paripurna Penyererahan Raperda APBD 2019 dan Raperda Perubahan Pajak Daerah

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co