Kemenangan Biden: Angin Segar Bagi Islam Dan Muslim?

Srilestina
Srilestina

Oleh : Srilestina (Pemerhati Umat)


 

Apapun tentang Amerika seakan menarik untuk dibahas. Mulai dari KFC hingga Dolar, dari Hollywood hingga Presiden AS tak pernah luput dari perhatian media internasional maupun nasional. Amerika populer bukan sekedar karena keberuntungannya menjadi negara Adidaya pertama sejak perang dunia II, namun karena kiprahnya dalam melanggengkan ideologi kapitalisme-sekularisme di seluruh dunia sebagai alat ekspansinya.

Situasi perpolitikan Amerika Serikat pun  tak pernah luput dari perhatian dunia. Pasalnya AS yang mengklaim diri sebagai negara adidaya dunia, kebijakan politik dalam dan luar negerinya begitu berimbas kemana-mana,  hingga semua negara seakan satu komando mengakui bahwa apapun yang terjadi dalam perpolitikan amerika, akan turun mengubah dunia. Karena AS adalah dedengkot negara kapitalis yang hari ini dianut oleh banyak negara.

Beberapa waktu lalu ketika pertarungan memperebutkan massa antara dua kubu calon presiden AS yaitu Donald Trump dan Joe Biden sedang panas-panas nya, rival paling kuat dari Trump secara sengaja menunjukkan seolah-olah bersimpati pada kaum paling terdiskriminasi di AS yaitu Muslim Amerika.

Dalam kanal YouTube nya, Biden mengungkapkan janjinya bahwa jika menjadi presiden, Islam akan diperlakukan sebagaimana mestinya, seperti keyakinan agama besar lainnya. Biden pun mengungkapkan kesungguhan janjinya sampai mengutib hadits Nabi Muhammad Saw yang memerintahkan siapapun diantara kamu yang melihat kesalahan agar dia mengubahnya dengan tangannya, jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya, jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya.

Biden pun menegaskan bahwa jika mendapatkan kehormatan menjadi Presiden AS, dia akan mengakhiri larangan (Travel ban) bagi muslim pada hari pertama menjabat. Pernyataan ini langsung mendapat sambutan hangat dari warga internasional khususnya kaum muslim, bahkan ada yang mendoakannya.

BACA JUGA :   55 Relawan Demokrasi KPU Konawe Resmi di Lantik

Sebagai Muslim yang telah banyak menyaksikan kejahatan atau kezaliman negara-negara kapitalis sepanjang sejarah di seluruh dunia, kaum Muslim perlu memikirkan kembali dengan tanpa menunjukkan kegembiraan yang berlebihan. Karena bagaimanapun kampanye tetaplah kampanye, seribu satu janji dan impian kehidupan lebih baik bisa diutarakan tanpa takut jeratan hukum jika melanggarnya.

Untuk diketahui, kampanye dalam dunia demokrasi hanyalah sarana untuk meraih suara. Bukan MOU atau kesepakatan resmi dengan sejumlah pihak yang bisa dituntut pertanggungjawabannya. Apalagi, sudah jadi rahasia umum bahwa hal paling utama dalam kampanye adalah bagaimana memenangkan opini, siapa yang memenangkan opini umum dialah pemenang pemilu, bahkan bisa ditebak sebelum kontes pemungutan suara terjadi.

Opini klise seperti menghilangkan kemiskinan, menumpas kezaliman, diskriminasi sosial, ras, perubahan ke kehidupan yang lebih baik, dan lain-lain masih menjadi arus utama opini menarik untuk digaungkan ke tengah publik. Karena dalam pemilu demokrasi, suara rakyat jelata sama nilainya dengan rakyat kelas atas, suara akar rumput sama berharganya dengan suara pemilik gedung pencakar langit. Suara rakyat minoritas yang menginginkan keadilan dan hidup tanpa diskriminasi, sama artinya dengan suara minoritas pengusaha  yang menginginkan kerajaan bisnisnya semakin menggurita. Masing-masing orang hanya bisa memberikan satu suara.

Jika kita melihat, Joe Biden bukanlah seorang muslim, tapi entah mengapa kepentingan kaum Muslim Amerika begitu diarus utamakan dalam kampanyenya. Rupanya Biden tertarik dengan suara kaum muslim Amerika yang tidak bisa disepelekan, yang dianggapnya berpotensi untuk mendukung kemenangannya dalam pemilihan presiden. Apalagi melihat pertumbuhan kaum Muslim Amerika yang setiap tahun meningkat. Baik yang lahir dan berdomisili di Amerika maupun imigran dari negeri Muslim di seluruh dunia. Biden tentu paham apa masalah dan kebutuhan mereka, dan juga mengenal militansi kaum muslim untuk membela opini “menumpas kezaliman” yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co