Kemiskinan Sistemik Alienasi Perempuan

Kiki Zaskia
Kiki Zaskia

Oleh: Kiki Zaskia

(Pemerhati Sosial)


Bukan hal yang tidak mungkin ketangguhan perempuan turut diekspoitasi dalam atmosfer kapitalistik. Secara sistemik perempuan menjadi teralienasi tak lain karena persoalan ekonomi yang menghimpit lagi menggurita di setiap negeri salah satunya yaitu kemiskinan. Berdasarkan data Bappenas, 9,4 juta penduduk Indonesia masih miskin kronis atau sangat miskin. (tirto.id)

 

Di sisi lain ada sebuah blame trap bahwa ketidaksetaraan gender yang menjadi pemicu kemiskinan. “Ketidaksetaraan gender mengakibatkan dampak negatif dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pertahanan dan keamanan. Beberapa lembaga internasional melihat ketidaksetaraan gender memiliki hubungan kuat dengan kemiskinan, ketidaksetaraan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga akses keuangan,” tutur Sri Mulyani. (Liputan6.com)

 

Padahal dalam faktanya, sangat subjektif menilai bahwa ketidaksetaraan gender menjadi pemicu kemiskinan. Sesungguhnya tumbuh suburnya monopoli oligarki sumberdaya alam yang melimpah di negeri ini yang salah urus hingga dieksploitasi asing, belum lagi persoalan korupsi yang kian mengalir deras.

 

Jika perempuan teraruskan untuk menjadi salah satu pioner dalam menuntaskan kemiskinan dalam negeri dalam hal material atau finansial, hasilnya alih-alih menyembuhkan luka himpitan kemiskinan justru menimbulkan masalah baru yang juga pelik.

 

Keputusan perempuan apalagi yang memiliki peran sebagai seorang isteri dan ibu untuk menghidupi keluarga memang terkesan heroik, karena telah mengambil peran ganda sekaligus. Padahal kenyataannya tak bisa berjalan secara paralel. Peran domestik seorang istri dan ibu tak bisa dimaksimalkan.

 

Terkadang opsi yang dipilih oleh perempuan yang kurang beruntung berada di garis kemiskinan dengan jalan menjadi pejuang devisa, menjadi Tenaga Kerja Wanita(TKW) sebagai buruh kasar atau asisten rumah tangga. Mengadu nasib di negeri orang, dengan peluang yang tak menentu. Ada yang sukses kembali pulang ke tanah air namun tak jarang juga kembali dengan duka cacat bahkan mayat yang sudah kaku.

BACA JUGA :   Oligarki Membajak Tanah Mutiara Hitam

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co