Kendari Darurat Narkoba 

Zuharmi Hamaku

Oleh : Zuharmi Hamaku, S. Si


 

Di akhir Januari 2021 lalu, BNN Sultra mengeluarkan pernyataan bahwa di sepanjang tahun 2020 terdapat 16 kelurahan di Kota Kendari masuk dalam kategori daerah dengan predikat zona merah bahaya narkoba. Ke 16 kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Gunung Jati dan Kelurahan Purirano di Kecamatan Kendari, Kelurahan Benu-Benua, Kelurahan Sodohoa dan Kelurahan Sanua di Kecamatan Kendari Barat., Kelurahan Mandonga dan Kelurahan Korumba di Kecamatan Mandonga, Kelurahan Pondambea, Kelurahan Kadia dan Kelurahan Bende di Kecamatan Kadia, Kelurahan Puuwatu dan Tobuha di Kecamatan Puuwatu. Kemudian di Kecamatan Wua-Wua terdapat tiga kelurahan zona merah yaitu Kelurahan Anawai, Wua-Wua dan Bonggoeya serta Kelurahan Kambu di Kecamatan Kambu.

 

Menurut Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sultra Harmawati mengatakan bahwa terdapat delapan indikator suatu daerah dikatakan sebagai daerah rawan narkoba yakni adanya kasus kejahatan narkoba, angka kriminalitas, adanya bandar/pengedar narkoba, kegiatan produksi narkoba, angka penggunaan narkoba, barang bukti, titik masuk/pintu masuk dan adanya kurir narkoba. Selain itu ada indikator pendukung yaitu adanya tempat hiburan, rumah indekos, dan hunian privasi tinggi, angka kemiskinan, ketiadaan sarana publik dan rendahnya interaksi sosial. (m.antaranews,30/1/2021).

 

Tak mengherankan, kasus narkoba di Kota Kendari semakin hari semakin meningkat. Di tahun 2019 terdapat 250 kasus narkoba dan tahun 2020 dari Januari sampai November jumlahnya meningkat 60 persen yakni sekitar 360 kasus. Tersangkanya pun bertambah dari 190 menjadi 440 orang yang ditangkap (kendaripos, 27/11/2020). Di awal tahun ini saja, dalam kurun waktu sebulan terdapat 62 kasus narkotika dengan 70 orang sebagai tersangka, yang terdiri dari 66 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, 2 orang diantaranya ibu rumah tangga (akurat.co, 30/01/2021).

BACA JUGA :    Penjualan Kondom Melonjak, Menjelang Tahun Baru di Kota Kendari

 

Masih teringat di tahun 2017 silam, kasus 50 orang remaja usia sekolah dan mahasiswa di Kota Kendari menjadi korban akibat penyalahgunaan obat ilegal jenis pil PCC, 49 orang masuk UGD rumah sakit karena mengalami gangguan mental dan 1 orang meninggal dunia usai meneguk obat terlarang tersebut. Lebih mengerikan lagi korban yang meninggal dunia masih duduk di kelas IV SD (m. merdeka, 14/09/2017).

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co