,

Kendari Undercover, Realitas Kehidupan Malam dan Solusinya

Hasriyani Hasan, STr. Gz
Hasriyani Hasan, STr. Gz

Oleh: Hasriyani Hasan, STr. Gz (Akivis Peduli Umat Kendari)

Undercover adalah menyamar. Arti lainnya dari undercover adalah rahasia. Undercover masuk ke dalam Bahasa Inggris yaitu bahasa Jermanik yang pertama kali dituturkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal dan saat ini merupakan bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Kata ini menjadi sangat terkenal saat sebuah buku fenomenal dan kontroversial yang berjudul Jakarta Undercover diluncurkan. Rupanya istilah ini bukan hanya identik dengan kehidupan gemerlapnya kota metropolitan, ternyata tidak. Fakta berbicara lain, di era sekulerisme ini semua sama saja.

Tak terkecuali Kota Kendari. Kota yang dijuluki dengan kota “Bertakwa” ini ternyata menyimpan sisi gelap. Faktor ekonomi tentu dijadikan alasan bagi mahasiswi di beberapa kampus di Kota Kendari, hingga rela menjajakan kehormatannya terhadap para pria hidung belang. Alasannya satu. “Demi kebutuhan uang kuliah”, tentu hal ini dengan berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan oleh Telisik.id.

Berdasarkan penelusuran media lokal Kendari, Telisik.id yang mencoba menguak sisi gelap bisnis prostitusi di tempat tersebut, berbekal informasi dari narasumber yang berhasil ditemui dan diwawancarai, menemukan fakta yang membuat kita terkejut. Pasalnya, informasi dari sejumlah narasumber ternyata benar adanya.

Lokasi eksekusi bisnis prostitusi ini tak terpusat di satu titik saja, melainkan tersebar di berbagai titik kawasan Kebi seperti taman dan juga kafe-kafe yang berjejer rapih sepanjang garis pantai Kebi ini. Dari pernyataan PSK langsung bahwa tarifnya pun bervariasi, mulai dari Rp 5 ratus ribu hingga dengan Rp 1 juta rupiah (Telisik.id, 17/8/2020).

Para pelakunya pun banyaknya dari kalangan pria hidung belang dan ada juga mahasiswa. Meski bisnis prostitusi ini sudah sering diangkat ke permukaan namun tidak adanya pihak yang mampu menghentikan bisnis haram ini. Sebab, diketahui bahwa kafe, karaoke dan tempat makan yang berada di sekitaran Kebi turut meraup keuntungan melalui tempat yang mereka sediakan.

BACA JUGA :   Andi Merya Nur Besok Launching Kartu Sehat Daerah

Akar Masalah

Sebenarnya dalam sistem demokrasi ini, kemaksiatan apa sih yang tidak bisa terjadi? Mengingat sistem sekuler adalah akar masalah utama kebebasan dalam segala hal yang menyebabkan kemaksiatan terjadi, sistem ini tidak menyelesaikan kemaksiatan termasuk juga masalah prostitusi offline maupun kini transaksinya secara online. Bahkan yang terjadi adalah semakin subur dan berkembang di mana-mana selama masih ada yang menikmatinya meskipun merusak moral masyarakat diberbagai kalangan secara masif.

Merajalelanya prostitusi, yang justru mendapat pembelaan adalah akibat semakin jauhnya masyarakat terhadap pemahaman Islam dan segenap aturannya. Selain itu, aturan yang diberlakukan di negara ini bukanlah aturan Islam. Terlebih kasus prostitusi yang terjadi tidak dianggap sebagai sebuah pelanggaran hukum bagi pelaku, selagi hal tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Bahkan hingga saat ini pun belum ada KUHP yang membahas secara langsung mengenai sanksi bagi para pekerja seks komersial (PSK). Terbukti, setelah diperiksa,seorang aktris berinisial VA beberapa waktu lalu hanya dianggap sebagai saksi dan kemudian dibebaskan, tentu hal seperti ini merupakan sebuah kemunduran yang sangat parah terhadap Islam.

Apakah kita masih berharap dengan demokrasi pengagung kebebasan? Masihkah ingin sistem yang malah merusak moral generasi bangsa dipertahankan? Utopis jika kita ingin menghilangkan kemaksiatan namun berharap kepada demokrasi yang mengusung kebebasan, kapan pun demokrasi tidak akan pernah memberi solusi paripurna dalam segala aspek di negeri ini.

*Solusi Islam terhadap Praktek Prostitusi*

Lantas bagaimana caranya untuk menanggulanggi menjamurnya kemaksiatan di negeri ini? Sebenarnya tidak perlu jauh-jauh sebagai kaum muslimin memiliki solusi paripurna. Islam yang tidak sekedar agama, namun sebagai ideologi yang memiliki pengaturan luar biasa dan tegas yaitu dengan penerapan sanksi yang tegas (hudud).

BACA JUGA :   Iklan Humas Pemda Konawe : Pengumuman CTKL PT VDNI & OSS 03/08/2020

Di dalam Islam orang yang berzina belum menikah, maka sanksinya ialah dia didera cambuk sebanyak 100 kali. Kemudian diasingkan selama setahun, seperti dalam Quran surat An-Nur: 2,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.”

Sedangkan bagi seseorang yang sudah menikah melakukan zina, maka sanksinya ialah dihukum dan dirajam, hal ini juga disebutkan dalam banyak hadis antara lain, Rasulullah SAW bersabda “Ambillah diriku, ambillah diriku sesunggunya allah telah memberi jalan yang lain mereka yaitu orang yang belum menikah (berzina) dengan orang yang sudah menikah hukumnya Dera 100 kali dan rajam.”

Hukuman tersebut mungkin terlihat amat kejam bagi umat yang baru mengetahui tentang sanksi di dalam Islam, bahkan berat bagi sang pelaku kemaksiatan tersebut, namun sebagai korban, bukankah itu adil bagi sang pelaku? Sebagai korban pasti akan merasa adil, terlindungi dan terayomi.

Jika kita memaknai, sanksi di dalam Islam memiliki keistimewaan dari pada sanksi selain hukum Islam, sanksi tersebut tegas bagi sang pelakunya dikarenakan tidak hanya jawabir (pencegah /jera) namun juga jawazir (penebus dosa). Nah, semua tersebut dapat dilakukan jika Islam diterapkan secara menyeluruh dalam sendi-sendi kehidupan umat manusia. Misalnya dibidang ekonomi, Negara wajib memenuhi kebutuhan pokok masyarakat orang perorang, kesehatan yang gratis atau murah, memelihara dan melindungi keamanan umat seara menyeluruh. Hanya Islamlah yang akan mampu untuk mengatasi segala bentuk kemaksiatan yang telah merajalela.

BACA JUGA :   Beli Mobil di WMP Kendari, Angsuran Rp114ribu Perhari, Bonus Melimpah

Wallahu A’lam Bisshawab

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co