Kerugian Akibat Hilangnya Junnah

Rayani Umma Aqila
Rayani Umma Aqila

Oleh : Rayani Umma Aqila


 

Makin hari tampak secara nyata betapa masyarakat sangat membutuhkan Islam sebagai jalan hidup. Sayangnya, fenomena tersebut belum mampu mewujudkan perubahan yang hakiki di tengah masyarakat. Berbagai problematika menimpa khususnya negeri ini. Kezaliman dan berbagai penindasan masih saja terjadi. Lantas, hal apakah yang mesti di upayakan untuk mendorong terwujudnya perubahan yang hakiki? Kaum Muslim telah kehilangan Islam sebagai sistem kehidupan dengan tiadanya Khilafah. Padahal Allah tidak menciptakan manusia kecuali sebagai Khalifah di bumi, sebagaimana firman-Nya: “Aku hendak menjadikan Khalifah di bumi.” (TQS. Al-Baqarah [2] : 30).

Untuk tujuan agar memakmurkan bumi dengan menegakkan aturan-Nya. Dengan aturan Allah, bumi menjadi baik, sebaliknya, bumi menjadi rusak tanpa aturan-Nya. Keridhaan Allah SWT dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum dan aturan-Nya dengan penuh ketaatan sebagaimana dipraktikan oleh nabi kita Muhammad saw. Hilangnya Imam atau Khalifah atau Amirul Mukminin, mengakibatkan banyak yang hilang ketika kaum muslim kehilangan legitimasi kepemimpinan ini dan juga kehilangan lainnya. Hilangnya rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan akibat ketiadaan institusi khilafah membuat kaum muslim terkotak-kotak atas nama nasionalisme, sehingga mereka abai terhadap nasib kaum muslim di negeri lainnya, tak hanya itu hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepibadian Islam.

Hal ini disebabkan oleh begitu dominannya kebodohan dan buta huruf yang diakibatkan oleh kemiskinan dan kepribadian yang goyah akibat serangan pemikiran dari Barat. Demikian pula akan hilangnya kekuatan dan Jihad yang disebabkan kelemahan dan kekalahan. Pun, demikian  hilangnya kekayaan yang disebabkan kemiskinan di negeri ini, atas nama investasi asing dan perjanjian bilateral dengan negara Barat berujung dikuasainya SDA. Kemudian imbas diterapkannya sistem kapitalisme oleh negeri ini, banyak rakyat yang mengalami kemiskinan karena kekayaan berada di tangan para pemilik modal. Para penguasa pun tak berniat dalam meriayah rakyatnya karena lebih mengutamakan  materi untuk dirinya dan kelompoknya daripada rakyatnya.

BACA JUGA :   Terima Sertifikat, Kadis Pendidikan Konawe Harap Kinerja Kepsek Membaik

Di sisi lain, ketika ada orang atau sekelompok organisasi yang memahami pentingnya keberadaan Islam diterapkan secara kafah dalam bentuk khilafah malah dikriminalisasi, persekusi hingga dimasukkan ke dalam penjara. Begitu juga dengan hilangnya kehormatan dan martabat yang disebabkan penghinaan karena bila dilihat kondisi para muslimah di negeri ini, mereka sedikit demi sedikit meninggalkalkan fitrahnya sebagai ummu warrobatul bait (pengatur dan pengurus rumah tangga).

Ide kesetaraan gender terus digencarkan  oleh Barat. Para muslimah ingin disetarakan kedudukannya di ranah publik seperti halnya laki-laki dengan beraktivitas di luar rumah. Akibatnya, pelecehan seksual kadang  menghampiri mereka akibat hilangnya pencerahan dan pedoman yang benar yang disebabkan kegelapan dan pedoman yang salah. Terus berlanjut sampai di tingkat tertinggi dan sangat menentukan dalam hal bernegara yaitu kedaulatan dan ketergantungan dalam membuat keputusan politik akibat ketundukan kepada negara-negara penjajah kafir barat dan timur berujung hilangnya keadilan yang disebabkan penindasan dan ketidakadilan.

Yang pada akhirnya hilangnya keimanan dan keikhlasan yang disebabkan pengkhianatan penempatan orang yang salah pada tempat yang salah, sehingga sikap dan moral tidak ada yang terpuji yang menyebabkan kejahatan dan sikap yang tercela bagi para pemimpinnya. Di tempat lain hilangnya negeri-negeri Islam dan tempat tinggal, tidak hanya Palestina tetapi juga Andalusia (sekarang yang disebut Portugal dan Spanyol), wilayah yang luas di Asia Tengah dan Timur Jauh, Kosovo, Bosnia, Kashmir dan yang lainnya, yang menyebabkan jutaan imigran, gelombang pengungsi dan pendeportasian.

Tak jauh berbeda, keadaan kaum muslim, khususnya minoritas muslim, muslim Rohingya di Myanmar, mereka terusir dari negerinya. Minoritas Uyghur, Kazakh masih ditahan oleh pemerintah China.  Di pelastina sendiri tempat suci dihilangkan dan akibatnya adalah kaum muslim dilarang shalat di Masjid Al-Aqsa selama 50 tahun sampai saat ini. Dan terus- menerus tak sampai disini dengan hilangnya kesatuan dan integritas yang diakibatkan terpecahnya negeri kaum muslim menjadi 56 bagian yang tidak sah, dan AS tengah bekerja keras menciptakan bagian ke 57 di Palestina, ke 58 di gurun Afrika barat dan ke 59 di Timor Timur.

BACA JUGA :   Alih Fungsi Hutan Semrawut,  Banjir Menerjang

Oleh karena itu, hanya Khilafah yang didefinisikan sebagai kepemimpinan umum bagi kaum Muslim untuk membebaskan penderitaan umat Islam yang sangat dinantikan agar tegak hukum syariah, di mana merupakan kewajiban bagi kaum Muslim, bahkan ia merupakan tājul furūdh (mahkota dari semua kewajiban), yang dengan tegaknya maka semua kewajiban yang lain dapat dilaksanakan, sementara mengabaikan kewajiban ini adalah kemaksiatan yang akan dihisab oleh Allah subhānahu wa ta’āla. Dengan demikian, para Khalifah adalah para kepala penjaga hukum (aturan) Allah, di mana dengan mereka ini semua urusan diatur berdasarkan aturan (syariah) Allah, dan ketaatan hanya kepada Allah subhānahu wa ta’āla.

Dengan demikian, syariat hanya akan berjalan dengan baik dalam sistem yang benar-benar syar’i. Yakni, yang menjadikan syariat (agama) sebagai pedoman dalam kehidupan. Sebagaimana sabda rasulullah saw. artinya: “Imam atau khilafah itu laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya dan digunakan sebagai tameng.”(HR. Bukhari dan Muslim). Maka hanya dengan memperjuangkan khilafah kesejahteraan hidup akan dirasakan kaum muslim di seluruh penjuru dunia.

Wallahua’lam bishshawab


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co