, , , ,

Ketika SDA Negeriku Diobral Murah

Ketgam : Nurhayati
Ketgam : Nurhayati

Oleh : Nurhayati

(Mahasiswa UnidayanBaubau)

 

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Potensi kekayaan alamnya sangat  luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Bisa  dibayangkan, kekayaan alamnya mulai dari kekayaan laut, darat, bumi dan  kekayaan lainnya yang terkandung di dalam bumi Indonesia. Sumber daya alam yang ada di daratan seperti emas, perak, tembaga, uranium, hasil hutan dan juga sumber daya alam yang ada di lautan melimpah seperti minyak, ikan-ikan, wisata, dan masih banyak lagi. Namun karena kekayaan ini, ada pihak-pihak yang memanfaatkannya demi kepentingan pribadi.

Seperti belum lama ini KPK menemukan banyak sumber Daya Indonesia dijual murah para pejabat negara. Seperti dilansir dari TEMPO.COM (25/1/2019), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif melihat sumber daya alam Indonesia kerap disalahgunakan oleh segelintir orang.  “Banyak sekali sumber daya di Indonesia dijual murah oleh para pejabat,” kata Laode dalam acara diskusi ‘Melawan Korupsi di Sektor Sumber Daya Alam’ di gedung KPK, Jakarta Selatan pada Jumat(25/1/2019).

Penemuan ini menambah permasalahan di negara Indonesia, karena disisi lain penguasaan sumber daya alam negara melalui perusahaan BUMN, masih sangat minim. Khususnya sektor pertambangan. Seperti Batubara dan nikel. Sumber daya alam itu kebanyakan dikuasai oleh swasta dan perusahaan asing. Seperti dikutip dari laman INDOPOS.CO.ID (24/11/2017), Pertambangan yang dikuasai BUMN sangat kecil. Untuk Batubara hanya 10 sampai 12 persen. Produksinya hanya 4 persen. Sedangkan emas dan tembaga, masih kosong atau kecil. Kemudian nikel hanya 11 persen. Bouksit kecil juga. Kalau timah agak besar. Persoalannya timah harganya kecil,” ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, disela-sela diskusi Holding Pertambangan, di kantor kementerian BUMN, Jumat(24/11).

BACA JUGA :   Qur’an katakan Tak Boleh Hubungan ketika Haid, Ini Kebenarannya

Hal ini di perjelas juga dalam SINARKEADILAN.COM (8/2/2018), Presiden Gerakan Pribumi Indonesia(Geprindo) Bastian P Simanjuntak saat menanggapi pernyataan Jokowi bahwa Indonesia tak perlu bangga dengan kekayaan alam. Menurutnya pernyataan itu sekaligus bukti bahwa ketidakpedulian Jokowi pada Sumber Daya Alam (SDA) yang mengakibatkan SDA Indonesia sangat mudah dikuasai Asing.

“Sementara SDA kita umumnya dikuasai Asing, mengutip pernyataan Mochtar Naim, bahwa 95 persen penduduk asli (Pribumi) hanya menikmati 5 persen ekonomi sementara 5 persen yang umumnya non-pribumi malah menguasai 95 persen kekayaan ekonomi negeri ini dari hulu sampai ke muara, di darat, laut, dan bahkan udara di negara kepulauan terbesar di dunia ini,” tutur Bastian, di Jakarta, Kamis (8/2/2018)

Padahal dalam UUD 1945 pasal 33, menyatakan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai negara. Dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Sebenarnya temuan KPK ini bukan hal asing buat Indonesia. Sejak lama, Indonesia sudah menjadi objek rebutan para pejabat yang berprofesi sebagai makelar penjualan aset milik umat. Hal ini seperti dikutip dari OKEZONE.COM (3/8/2017), Kekuatan dan keunggulan letak geografis Indonesia bertumpu pada 17.500 pulau, 54.000 kilometer garis pantai, 300 suku dan 700 bahasa.

Secara geografis, Indonesia hadir sebagai poros maritim dunia, sebagai jalur distribusi logistik dunia dan cincin api. Semua faktor itu dapat dimanfaatkan untuk menopang ketahanan energi.  “Indonesia adalah tempat yang sangat indah. Banyak yang akan memperebutkannya. Kalau tidak waspada, negara ini akan terpecah belah dan hancur atau direbut bangsa lain,” pungkas Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam Rapat Kerja Nasional 2017 untuk Hutan, Lingkungan dan Perubahan Iklim Berkeadilan di Gedung Manggala Wanabakti, Gelora, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2017).

BACA JUGA :   Pemda Konsel Ajari ASNnya Tata Cara Penyampaian Harta Kekayaan

Fenomena ini lumrah dalam negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalisme yang asasnya sekularisme sehingga para pejabat berani untuk melakukan penyuapan tanpa takut akibat yang akan diperoleh, dan standar perbuatannya manfaat  dan liberalisme kepemilikan yang artinya demi mendapatkan keuntungan dan memenuhi kepentingan pribadinya, para pejabat bebas menjual dengan harga murah sumber daya alam Indonesia kepada asing.

Segelintir manusia yang bermodal besar, pemilik pabrik-pabrik dan perusahaan raksasa, memiliki kepentingan lebih hebat dalam mengeksploitasi sumber daya alam, sekadar demi akumulasi keuntungan dan perluasan modalnya. Mereka tidak mempedulikan syarat keseimbangan lingkungan, karena yang paling penting bagi mereka adalah sebanyak-banyaknya produksi, tak peduli sesuai atau tidak dengan kebutuhan dan daya jangkau mayoritas rakyat, atau merusak masa depan lingkungan alam. Itulah konsekuensi fundamental sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini, penyebab utama kerusakan alam. Inilah pangkal kerusakan dan penyebab sulitnya mewujudkan kesejahteraan.

Pengelolaan SDA dalam Islam

Islam hadir tidak hanya sebagai agama tapi juga sebagai sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problematika kehidupan termasuk dalam pengelolaan kekayaan alam. Dalam Islam, sumber daya alam ditetapkan sebagai ,milik umat. Haram bagi siapapun untuk memiliki apalagi menjualnya kepada asing.

Negara justru diwajibkan mengelolanya semata demi kepentingan umat. Dalam pandangan Islam, air, hutan dan barang tambang adalah milik umum yang harus dikelola hanya oleh negara dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang murah atau subsidi untuk kebutuhan primer, seperti pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum. Paradigma pengelolaan sumber daya alam milik umum yang berbasis swasta atau (corporatebasedmanagement) harus diubah menjadi pengelolaan kepemilikan umum oleh negara (statebasedmanagement) dengan tetap berorientasi pada kelestarian sumber daya (sustainableresourcesprinciple). Sehingga ketika pengelolaan ini diterapkan, maka masyarakat akan sejahtera karena terpenuhi segala kebutuhannya.

BACA JUGA :   MDMC Sultra Turunkan Relawan Bersikan Puing-Puing Banjir Konut

Sayangnya, pengelolaan Sumber Daya Alam seperti diatas hanya akan terwujud ketika kapitalisme sekularisme di campakkan kemudian diganti dengan sistem Islam. Sehingga, sudah saatnya umat kembali kepada sistem Islam dengan berjuang bersama mewujudkannya dengan dakwah sesuai manhaj Rasulullah SAW.WallahuA’lam Bissawab. (***)


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co