Klinik Azalia Diduga Malpraktik , Zahra Mengalami Kejang-kejang

KABUPTEN KONAWE-SULAWESI TENGGRA

KALOSARA NEWS : Zahra salah seorang  bayi dari pasangan suami isteri Andri Suhendra (25) dan Asriatin (27) warga Kelurahan Ambekaeri Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe diduga menjadi korban malpraktek oleh Klinik Azalia Unaaha.

 Ketgam : Zahra bayi 5 bulan hendak dirujuk di rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Konawe pada malam Sabtu (10/11/2017)/Foto : Januddin Kalosara News

Ketgam : Zahra bayi 5 bulan hendak dirujuk di rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Konawe pada malam Sabtu (10/11/2017)/Foto : Januddin Kalosara News

 

Menurut keterangan Sutia (55) yang merupakan nenek korban,  awalnya Zahra cuman demam biasa di rumah, lalu  pihak keluarga pada hari Jumat (10/11/2017) pukul 12 siang membawa korban ke klinik Azalia guna mendapatkan perawatan intensif.

Kata Sutia, saat korban berada di klinik korban telah  mulai baikan, meski belum dilakukan periksa oleh dokter. Tepat jam 7 : 00  tiba-tiba dari pihak klinik Azalia datang memberikan obat kepada Zahra, meski korban belum dilakukan pemeriksaan  oleh dokter.

Menurut keterangan Sutia nenek korban, obat yang diberikan kepada Zahra oleh perawat Klinik azalia di peroleh melalui via telpon dari dokter. Bukan saja obat yang diberikan oleh perawat klinik tersebut, infus korban pun juga sempat di suntik oleh perawat.

Kata Sutia,  usai Zahra di beri minum obat serta infusnya disuntikkan cairan, korban  langsung mengalami kejang-kejang dan tak sadarkan diri.

“ Saat tak sadarkan diri, kami mencari perawat, namun perawat yang merawat Zahra sudah panik lalu melarikan diri dari ruangan perawatan, kami  juga panik melihat cucu kami yang sementara pingsan, karena tak ada satu pun dokter yang berada dalam ruangan untuk memebrikan pertolongan. ” ungkap Sutia Jumat malam sekira pukul  10 : 30 wita saat di mintai keterangan oleh awak media.

Sutia menjelaskan, setelah beberapa menit Zahra pingsan, dokter kemudian datang memeberikan pertolongan, karena sudah tidak mampu, hingga akhirnya Zahra dirujuk  oleh pihak klinik Azalia ke rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Konawe untuk mendapatkan penangan.

Dengan kejadian itu, pihak keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas akibat dugaan malpraktek yang diduga dilakukan klinik Azalia.

Hingga berita ini diterbitkan pada hari Sabtu, (11/11/2017) pukul 05 : 33 wita,  pihak Klinik Azalia pun belum memberikan keterangan.

Repoerter : Januddin

Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang