Koltim Tekan Stunting Hingga 17 Persen Dimasa Pandemi

Reporter : Utha | Editor : Rj | Publizher : Iksan


Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus fokus menekan angka stunting pada anak di wilayahnya.

 

Hasilnya berdasarkan data Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) angka stunting di Koltim tahun 2019 berada di angka 22,3 persen dan menurun di tahun 2020 menjadi 17,5 persen.

 

 

Upaya penekanan stunting atau kurang gizi kronis anak terbilang berhasil dengan memangkas 5,8 persen di masa pandemi Corona tahun 2020, hasil itu akan terus di tekan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan.

 

Plt Bupati Koltim Andi Merya Nur, dalam menyikapi penurunan angka stunting ini membuktikan menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga berkomitmen dan sangat serius menekan angka kurang gizi atau risiko terhambatnya perkembangan otak dan fisik pada anak (stunting).

 

Maka dari itu, tenaga kesehatan koltim khususnya yang berada di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) sebagai ujung tombak kesehatan daerah terus berupaya menyampaikan pemahaman kepada masyarakat terkait timbulnya stunting pada anak.

Contohnya kecilnya mengkonsumsi kental manis pada anak di bawah umur dua tahun merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting, atau makanan yang banyak mengandung gula.

 

Dan untuk lebih memaksimalkan penekanan angka stunting anak di tahun 2021, pemerintah daerah (pemda) dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Koltim melakukan pertemuan rembuk stunting dalam percepatan dan penurunan angka stunting di Kolaka Timur.

 

Pertemuan itu telah di laksanakan dua kali pertemuan guna membahas percepatan penurunan stunting, antaranya Aksi 1 (Analisis Situasi), dan Aksi 2 (Rencana Kegiatan), guna mendukung prioritas nasional penurunan stunting. Sehingga, dapat meningkatkan integritas intervensi gizi prioritas bagi rumah tangga 1.000 HPK (hari pertama kehidupan).

BACA JUGA :   Operasi Cipkon , Lantas Konawe Amakan  25 Unit Roda Dua

 

“Pelaksanaan intervensi gizi penurunan stunting terintegrasi, membutuhkan perubahan pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sector, agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran, sasaran rumah tangga 1.000 HPK (hari pertama kehidupan)” kata Merya Nur.

Lanjutnya “Dimana pemerintah kabupaten Kolaka Timur secara bersama-sama melakukan konfirmasi, koordinasi dan sinkronisasi untuk menghasilkan data analisis situasi serta rencana kegiatan dari OPD penanggung jawab layanan di Kabupaten Kolaka Timur dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat yang dilaksanakan melalui Musrembang Desa, Kelurahan dan Kecamatan dalam upaya penurunan stunting di Lokasi focus, sehingga dari hasil analisa situasi Aksi 1 menghasilkan lokus upaya pencegahan stunting tahun 2020/2021 8 kecamatan, 31 Desa sedangkan lokus pencegahan stunting pada tahun 2022 6 Kecamatan 16 Desa,” terang Plt Bupati Koltim.

 

Data Riset Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan, juga menunjukan angka positif penurunan, berdasarkan angka nasional menunjukkan penurunan dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen tahun 2018, dan tahun 2019 menjadi 27,7 persen.


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co