Korporasi Di Lindungi, Rakyat Di kriminalisasi?

HamsinaHalisi Alfatih
HamsinaHalisi Alfatih

Oleh: Hamsina Halisi Alfatih


 

Aktivitas pertambangan di Indonesia kian meresahkan. Kenyataan ini diperparah dengan ketiadaannya peran negara yang mampu mengatasi permasalahan tersebut di lapangan. Walhasil, aktivitas pertambangan yang semakin menjadi kini mengancam ekosistem serta mengakibatkan timbulnya berbagai bencana alam.

Aktivitas pertambangan yang paling menonjol hingga saat ini ialah pertambangan ilegal. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menindak 1.384 tambang ilegal dalam kurun waktu tahun 2013 hingga 2017. (19/08/19)

Permasalahan pertambangan ilegal yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia hingga saat ini, termaksud di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu tengah mendapat sorotan publik. Pasalnya, dilansir dari Telisik.id, (28/12/20) aktivitas pertambangan di Gunung Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terus mendapat penolakan dari warga. Dari penolakan tersebut, dua petani Ta’e menjadi tersangka dugaan tindak pidana. Salah satu tersangka merupakan tokoh agama.

Berdasarkan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut, ternyata sudah berlangsung sekitar kurang lebih 13 tahun lamanya. Sejak perusahaan tersebut masuk pada 2007, hasil panen sawah warga perlahan mengalami penurunan. Upaya Warga Ta’e untuk bertahan hidup pun semakin sulit. Pasalnya, mereka menggantungkan hidup dari hasil panen di sawah.

 

BACA JUGA :   Pemda Konsel bersama Universitas Terbuka Kendari Teken MoU

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co