Ragam  

KPU Konawe Membantah Tudingan Assosiasi Pemerhati Rakyat

KABUPATEN KONAWE-SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe membantah jika dalam perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terjadi permainan.

Ketgam : Ketua KPU Sarmadan,S.Sos, M.Si (Tenga)

Ketua KPU Konawe, Sarmadan melalui pesan whatsApp yang di sampaikannya ke grup whatsApp (KPU Media Center Konawe).  Terkait aksi dan respon masyarakat Konawe terhadap pengumuman hasil tes tertulis calon anggota PPK yang disinyalir adanya calon PPK yang diloloskan tanpa ikut seleksi, itu tidak benar.

Pihaknya dapat memastikan, bahwa calon-calon anggota PPK yang lolos 10 besar adalah mereka yang ikut seleksi tes tertulis yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2017 lalu.

Kata Sarmadan, semua itu adalah hasil tes tertulisnya. Bukan hanya itu, pihak juga telah melakukan seleksi tes tertulis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kata Sarmadan, dalam perekrutan itu merujuk tata tertib yang di tetapkan oleh KPU Provinsi. Jadi pihaknya hanya melaksankan seleksi, semua soal dan lembar jawaban berasal dari KPU Provinsi.

BERITA TERKAIT :

Kantor KPU Konawe Disegel, Aktivitas Staf Terhenti

Dikatakannya, sebelum memulai tes peserta melihat langsung penyerahan lembar soal dan lembar jawaban. Jadi apabila elemen masyarakat yang tidak puas dengan hasil seleksi tersebut, pihaknya persilahkan untuk menyalurkannya secara baik sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena, menurut Sarmadan hal tersebut tidak dilarang. Namun apabila tidak sesuai maka pihaknya akan menyerahkan kepada pihak yang berwajib. Itu semata-mata untuk menghargai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sarmadan Menambahkan, sebelum mereka laksanakan tes tertulis. Pihaknya sudah menyampaikan secara tertulis pada Panwas Kabupaten Konawe, saat seleksi berlangsung Panwas ikut menyaksikan dan mengawasi proses seleksi hingga sampai pemusnahan soal dengan cara di  bakar yang dilakukan di halaman SMA Negeri 1 Unaaha.

Reporter : Randa

Editor : Redaksi  

error: Hak Cipta dalam Undang-undang