Lampiran Miras Dicabut, Peredaran Miras Surut?

Nur Haniu Ode Hamusa
Nur Haniu Ode Hamusa

Oleh: Nur Haniu Ode Hamusa, A. Md. Keb. (Pegiat Literasi Konawe)


 

Presiden Joko Widodo batal mengizinkan investor asing, pemilik modal dalam negeri, sampai UMKM untuk membuka usaha terkait minuman beralkohol (minol). Lampiran peraturan terkait resmi dicabut (Tirto.id, 03/03/2021).

 

Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 soal Bidang Usaha Penanam Modal, yang ditetapkan pada 2 Februari lalu pun hanya berusia satu bulan dan baru ramai dibicarakan beberapa hari terakhir, menyebutkan salah satu daftar bidang usaha yang diperbolehkan dengan persyaratan tertentu adalah industri miras. Syarat yang dimaksud adalah investasi hanya dapat ditanam di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. Di luar itu investasi bisa jalan asal berdasarkan usulan gubernur untuk ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

 

Peraturan ini dibatalkan setelah diprotes terutama oleh ormas-ormas dan partai Islam. Jokowi sendiri mengakui mencabutnya setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah.

 

Kebijakan ini juga dianggap bertentangan dengan keinginan DPR untuk membuat peraturan tentang larangan minol. Melalui RUU Larangan Minuman Beralkohol, minol ditetapkan tidak boleh diproduksi dan diedarkan bebas. Konsumsinya pun terbatas pada tempat tertentu seperti di hotel yang diizinkan.

 

Lalu apakah setelah pencabutan lampiran  tentang investasi miras ini bisa mengendalikan atau setidaknya menekan peredaran miras? Pasalnya permintaan miras Indonesia tinggi. Buktinya penjualan produsen lokal dan impor meningkat.

 

BACA JUGA :   Bupati, Kapolres dan Kejari Kolut Ikut Menyaksikan Penayangan Film G 30 S PKI

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co