LGBT Memangsa Generasi, Butuh Solusi

 

Oleh: Dewi Puspita, S.Si

(Pemerhati Remaja)

OPINI : Kabar meresahkan datang dari Garut. Telah dimukan grup gay di jejaring sosial facebook. Grup tersebut memiliki nama Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut. Jumlah anggotanya terbaru  mencapai 2.483 orang.

Dalam info grup disebutkan bahwa grup ini sudah dibentuk sejak lima tahun lalu, tepatnya 15 April 2013 (www.inews.id, 08/10/2018). Grup ini juga terbilang aktif karena dalam sebulan terakhir sudah ada 956 postingan dan 13 postingan hari ini. Grup Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA juga merupakan grup terbuka sehingga seluruh postingan di sini, termasuk foto-foto dan video bisa dilihat netizen tanpa harus bergabung dengan grup.

Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah, terutama pemerintah daerah agar jangan menganggap remeh kasus komunitas gay yang menggunakan aplikasi facebook di Garut. Pasalnya, keberadaan grup tersebut akn mengganggu tumbuh kembang dan orientasi seksual anak (www.pikiranrakyat.com, 10/10/2018).

 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya  juga menemukan grup FB untuk gay asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya dengan jum1ah 200 anggota. Dari pantauan KPAID, perbincangan yang ada di dalam grup tidak hanya masalah hubungan sesama jenis, tetapi juga ada transaksi dan tawar menawar sebuah hubungan (kompas.com, 10/10/2018).

Menurut data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepri   terdapat  3.000 pelajar di Kota Batam  menyukai sesame jenis. Hal ini diungkapkan oleh  anggota DPRD Kepri, Suryanti (acehtribunnews.com, 12/02/2016)
Berdasarkan estimasi Kemenkes pada 2012, terdapat 1.095.970 LSL (Laki-laki Suka Laki-laki) baik yang tampak maupun tidak. Lebih dari lima persennya (66.180) mengidap HIV. Sementara, badan PBB memprediksi jumlah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) jauh lebih banyak, yakni tiga juta jiwa pada 2011. (Republika.co.id, 23/01/2016).

BACA JUGA :   Susi Fishing Community Gelar Lomba Mancing CUP 1, Hadianya Sangat Menggiurkan

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daerah terbanyak di Indonesia yang dihuni oleh kelompok Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender. Survei keberadaan LGBT pada akhir 2017 itu digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Barat dan lembaga konseling rekanan.

“Berdasarkan survei sementara menunjukkan jika, Sumatera Barat berada di peringkat pertama secara nasional. Diperkirakan angka sementara mencapai puluhan ribu LGBT di Sumbar. Untuk memastikan angkanya berapa, mulai sekarang sampai tiga bulan kita akan survei kembali,” terang Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Senin (8/1). (harianhaluan.com, 09/01/2018).

Rosmelia, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) mengatakan bahwa LGBT merupakn gaya hidup potensial menyebarkan infeksi penyakit HIV/AIDS. Menurutnya, Kasus HIV/AIDS sudah mencapai angka 48.000 untuk kasus yang baru (Tribunnews.com, 23/01/2018).

 

LGBT  Produk Liberalisme

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co