Limbah Tanjung Tiram, Butuh Penanganan Serius

Mega
Mega

Oleh : Mega (Mahasisiwi FEB)


 

Pencemaran dan kerusakan lingkungan kian memprihatinkan dari tahun ketahun. Terlebih hasil limbah industri telah banyak menuai polemik namun enggan disorot secara tegas oleh pihak yang berwenang. Sebagaimana limbah ikan teri UD Bintang Laut hantui warga Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo, Konsel. Dimana aktifitasnya yang membuat masyarakat setempat mengeluh dengan bau busuk yang diduga dikeluarkan oleh UD Bintang Laut itu.

Inisial S salah satu warga Desa Tanjung Tiram mengatakan bahwa dirinya bersama warga sekitar sering mengalami muntah-muntah karena tak bisa tahan bau yang sering dikeluarkan dari limbah ikan teri UD Bintang Laut itu. “Kami rencananya akan melakukan aksi. Cuma kami masih melakukan negoisasi dengan pemiliknya dengan dimediasi Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas untuk dicarikan solusi. Kami berharap aktifitas pembuatan ikan teri ini dihentikan meskipun sampai sekarang belum ada hasil kesepakatan,” terangnya, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Tiram, Firman saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa UD Bintang Laut sampai sekarang tidak memiliki izin dari pemerintah setempat, bahkan juga izin dari pihak pemerintah daerah. “Memang warga mengeluhkan bau busuk dari pembuatan ikan teri ini. Saya juga mengeluhkan hal itu, makanya kami hentikan dulu usaha pembuatan ikan teri tersebut,” tutupnya (kabarkonsel.com, 05/11/2020).

BACA JUGA :   Fc Wartawan Kalah Tipis dengan Fc Kecamatan Dangia 8-6

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co