Pendidikan di Kawasan Indonesia Timur Masih Timpang

Indek Pembangunan Manusia di Papua berada ditingkat terendah.

Lenterasultra.com-(Jakarta)- Perkembangan wilayah Indonesia timur masih butuh sentuhan. Pemerintah perlu bekerja lebih cermat dan keras untuk meningkatkannya. Direktur Riset Gerakan Indonesia Mendidik, Alpha Amirrachman PhD, mengatakan masih ada ketimpangan pembangunan yang lebar antara Indonesia kawasan barat dan timur, di mana pembangunan di kawasan timur masih jauh tertinggal.

“Bahkan Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua menempati peringkat terendah di banding provinsi-provinsi yang lain. Tentunya ini tantangan bersama kita semua dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 nanti dan Indonesia Mendidik bersama segenap komponen masyarakat yang lain siap untuk membantu pemerintah,” ujar Alpha dalam siaran pers yang diterima oleh VIVA.co.id, Minggu, 10 April 2016.
Pernyataan tersebut disampaikan Alpha saat memberikan bantuan pada sekitar 100 anak di Kampung Sima, Kabupaten Nabira, Papua, yang belum lama ini dilanda banjir. Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar di kampung tersebut terganggu karena banyak siswa kehilangan kelengkapan belajar mereka, termasuk alat tulis dan seragam.
Perwakilan Sahabat Indonesia Mendidik Nabire, Ade Indah Cahyani, mengatakan kondisi pendidikan di Papua secara umum masih jauh dari standar minimal mengingat masih minimnya tenaga pengajar dan juga perpustakaan yang masih belum lengkap.
“Kami berharap Indonesia Mendidik ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan bisa memperkenalkan pada Nabire bahwa Sahabat Indonesia Mendidik pun ada di Nabire. Kami siap membantu, membangun dan mencerdaskan anak bangsa, dengan ide dan kreatifitas kami,” ujar Ade.
Alpha menambahkan bangsa ini perlu bekerja lebih keras dan cermat dalam mendorong pendidikan yang merata dan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.
“Kita perlu memastikan bahwa  anak-anak usia sekolah mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas. Yang kedua mengupayakan mereka yang sudah di bangku sekolah dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Yang ketiga mengupayakan agar anak-anak ini tumbuh dengan sehat dengan memberikan layanan kesehatan yang mumpuni agar mereka dapat belajar dengan maksimal,” tuturnya. (ase)/Sumber: VIVA.co.id

Oleh : Endah Lismartini

BACA JUGA :   Puluhan Pelajar Mengalami Penyiksaan Serupa yang Dialamai Warga Rohingnya

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co