Masuk 2021, Mampukah Indonesia Bangkit Tanpa Utang?

drg Endartini Kusumastuti
drg Endartini Kusumastuti

Drg Endartini Kusumastuti (Pemerhati Sosial Masyarakat Kota Kendari)


Gali lobang tutup lobang. Pinjam uang bayar utang.(lirik lagu H. Rhoma Irama)

Dikutip dari money.kompas.com, 23/11/2020, data terakhir yang dirilis Bank Indonesia (BI), total utang Indonesia sendiri tercatat hingga akhir September 2020 mencapai Rp 5.756,87 triliun. Dengan demikian rasio utang pemerintah sebesar 36,41 persen terhadap PDB. Total utang pemerintah terdiri dari pinjaman sebesar Rp 864,29 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 4.892,57 triliun.

Di saat pandemi, Cina dan negara Barat menutup semua sektor riil dalam perekonomian. Langkah yang diambil semua negara demokrasi ini menciptakan krisis baru: Munculnya gelombang pengangguran massal, daya beli masyarakat anjlok, meningkatnya kemiskinan dan kelaparan. Cara penanganan pandemi pun dinilai salah, yakni tidak segera bertindak cepat melokalisasi area yang terkena wabah, tidak segera menutup mobilitas penduduk dari dan ke negara asal pembawa wabah, serta tidak segera menyehatkan penduduk yang baru beberapa orang saja yang terinfeksi di awal kasus pandemi.

Pandemi Menunjukkan Rapuhnya Ekonomi Kapitalis Berbasis Utang

BACA JUGA :   Paradoks Keberhasilan Penanganan Pandemi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co