Masa Depan Islam dalam Sistem Demokrasi

Sri Sundari

Oleh: Sri Sundari (Aktivis Dakwah Muslimah Kendari)


Menurut Abdul Qadim Zallum (1990), demokrasi sangat bertentangan dengan hukum-hukum Islam dalam garis besar maupun rinciannya, dalam sumber kemunculannya, akidah yang melahirkannya atau asas yang mendasarinya. Demokrasi adalah sistem yang lahir dari ideologi Kapitalisme Sekuler, sebagai jalan tengah yang diambil atas kediktatoran raja (Eropa) terhadap rakyatnya dengan mengatasnamakan agama (gereja). Hal inilah yang mendasari pertentangan demokrasi terhadap dakwah Islam. Sistem demokrasi dipandang sebagai sistem ideal dalam mewujudkan kesejahteraan, ternyata fakta yang terjadi tidak demikian. Walaupun dideklarasikan sebagai sistem yang memberikan kedaulatan terhadap rakyat namun nyatanya hanya menjadi corong kekuasaan bagi para pemilik modal (kapitalis).

Kondisi kaum muslimin yang berada dalam kungkungan sistem kapitalis terus dilanda berbagai macam persoalan. Penguasa yang ada tak bisa menjadi pelindung bagi rakyat, yang ada hanya memihak pada kepentingan diri dan kelompoknya, meski harus berhadapan dengan rakyatnya sendiri. Terbukti rezim terus memperlihatkan sikap arogan dan diskriminatif pada rakyat yang masih lantang membela kebenaran dan para pejuang Islam kaffah.

BACA JUGA :   Komunisme dan Kapitalisme Bahaya yang Mencengkram Kehidupan

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co