Media Digital di Era Kapitalisme Merusak Lifestyle Generasi

Oleh : Nurita Sari

Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan munculnya penolakan terhadap iklan salah satu e-comerce terkemuka di indonesia. Penolakan iklan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan karena keresahan beberapa pihak terutama ibu-ibu yang menganggap busana dan akting dalam iklan shopee yangmenampilkan aurat para gadis korea yang tergabung dalam grup bernama Blackpinktersebut dinilai tidak senonoh dan mengkhawatirkan moral generasi. Penayangan iklan memang bertujuan untuk mempromosikan produk kepada semua penonton tak terkecuali anak-anak. Namun, apakah iklan dengan contentseperti itu layak untuk ditonton?

Tidak bisa dipungkiri bahwa di era digital manusia dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi demi bertahan dalam persaingan yang semain ketat. Era digital merubah segalanya, tak terkecuali aktifitas ekonomi. Secara teoritis terdapat 3 jenis sistem perekonomian, yaitu kapitalisme, sosialisme, dan ekonomi islam. Dalam sistem perekonomian kapitalisme, yang menjadi konsentrasi utama adalah utilitydan nilai materealisme. Berbagai aktifitas dan kebijakan ekonomi berlangsung  tanpa mempertimbangkan nilai-nilai spiritualisme dan etika kehidupan masyarakat. Terdapat pemisahan agama dengan berbagai aktifitas dan kebijakan ekonominya. Sebaliknya, kebijakaan individu yang dijadikan pengembangan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Dikarenakan tidak adanya kontrol agama, aktifitas ekonomi berlangsung secara bebas dan tak terkendali. Setiap perusahaan/orang berusaha keras untuk menarik perhatian konsumen sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya dengan menghadirkan publicfigure yang digandrungi masyarakat pada umumnya. Terlepas apakah publicfiguretersebut adalah sosok yang patut ditiru dan berpengaruh positif ataukah tidak, hal tersebut tidak menjadi masalah. Selama publicfiguretersebut bisa menarik konsumen sebanyak-banyaknya maka dia akan dijadikan brandambassador.

Lantas bagaimana dengan ekonomi islam? Bagaimana cara islam mengatur kebijakan kegiatan dalam bermuamalah.

Dalam ekonomi islam, aktifitas ekonomi bukan semata bertujuan untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya, akan tetapi aktifitas tersebut harus mampu memberlakukan  sistem nilai dan etika islam ke dalam lingkungan ekonomi dengan terus memperhatikan batas-batas yang digariskan oleh islam. Ekonomi dalam islam harus mampu menetapkan bentuk kegiatan dan perdagangan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Termasuk dalam hal pemasaran dan Iklan produk.

BACA JUGA :   Ketua DPRD Genjot Puskesmas di Konawe Terakreditasi Paripurna

Mari kita perhatikan macam macam pemasaran yang ada dalam berbagai media di sistem ekonomi saat ini, bukankah mudah sekali kita temukan model iklan yang tidak menutup aurat, bukan hanya mudah akan tetapi sebagian besar model iklan selalu membuka aurat. Dan tidak jarang malah dalam iklan mempertontonkan hal-hal yang tidak patut dan senonoh, mengabaikan nilai moral dan syariah, hanya orientasi materi dan menguntungkan para kapitalis. Sebaliknya, jika agama tidak dipisahkan dalam kegiatan berekonomi maka sudah barang tentu hal-hal semacam itu tidak akan pernah terjadi. Mengapa? Karena ada peraturan yang jelas, kontrol dan tindakan tegas dari negara yang berlandaskan syariahIslam.

Maka tak heran, mediadalam kepimpinan sistem kapitalisme hari ini, ketika ada tayangan yang telah jelas merusak lifestyle generasi justru tidak ada kontrol dan tindakan tegas dari negara selaku pemimpin yang di amanahi untuk mengurus rakyatnya. Padahalmenjadi pemimpin tidak hanya akan dimintai pertanggungajawaban atas kesejahteraan ekonomi rakyatnya, akan tetapi dia juga bertanggung jawab atas keamanan, keimanan, moral,dll. Pemimpin yang pahamIslam pasti akan sadar betapa berat amanah yang dia terima.

Maka seharusnya dalam media, memuat hal-hal yang positif, informasi penting, menebarkan nilai luhur, meningkatkan ilmu pengetahuan, serta menjaga lifestyle generasi sesuai syariah. Tidak ada salahnya dengan kemajuan zaman, selama perubahan tersebut tidak bertentangan dengan syariah Islam. Berlomba-lomba meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam bersaing di dunia bisnis, tanpa meninggalkan syariah yang telah ditetapkan. Dan hal tersebut hanya akan terjadi  apabila sistem penerapan Islam secara kaffah dilaksanakan di negara ini. Syariah akan menjaga ummat dan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.Wallahu‘alam. (***)


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co